Dari Pertamina Hingga Wayang, 5 Barang Indonesia Ini Masuk Dalam Museum Negara Luar

by
Dari Pertamina Hingga Wayang, 5 Barang Indonesia Ini Masuk Dalam Museum Negara Luar

Museum merupakan tempat pengabadian sejarah dan peradaban suatu negara, di mana melalui museum tersebut kamu bisa membuka tabir masa lalu suatu negara melalui artefak, diorama, lukisan atau brand tertentu. Dikenal dengan berjuta budaya, maka tidak menutup kemungkinan bagi negara luar untuk mengabadikan Indonesia dalam koleksi mereka.  BERITA UNIK

Jika kamu berkesempatan mengunjungi beberapa museum negara luar ini, maka kamu akan terbelalak. Bagaimanapun koleksi benda-benda tersebut cukup membuktikan jika budaya dan sejarah Indoenesia juga cukup dikenal oleh negara lain. Barang-barang seperti apa saja yang mereka abadikan? Mari simak ulasannya di bawah ini! TIPS KESEHARIAN

Pertamina dalam megahnya Museum Lamborghini Italia

Pertamina adalah perusahaan minyak berstatus BUMN terbesar di Indonesia yang berdiri pada tahun 1957 dan berpusat di Jakarta. Pada 2013 lalu, nama Pertamina mulai bergaung dan masuk dalam urutan ke 122 Fortune Global 500. Hal tersebut membuat nama pertamina dikenal oleh dunia bahkan tenar sampai Museum Lamborghini di Bologna, Italia. Merek Pertamina tersebut menghiasi salah satu Lamborghini Huracan, di bagian kedua sisi pintu dan sayap belakang, di salah satu sudut museum.  INFO SPECIAL



Tak hanya itu, Pertamina juga menjadi Official Partner tim balap Lamborghini  Squadra Corse 2018. Tentunya menjadi kebanggaan tersendiri jika brand Indonesia tampil dalam salah satu museum dunia, apalagi sekelas Lamborghini yang tercatat menjadi salah satu mobil tercepat di dunia.

Pameran Lukisan dalam Museum of Chrystal, Rusia

Salah satu kuliner yang mendunia dan juga dinikmati oleh orang Rusia adalah nasi goreng. Namun, ternyata tak hanya itu saja, negara yang terkenal hedon ini juga mencintai Indonesia melalui karya seni para seniman Indonesia. Diabadikan dalam sebuah museum yang terletak di Gus-Khrustalny, ada banyak sekali lukisan yang umurnya sudah lebih dari setengah abad, lukisan tersebut dibuat pada 1950-1960, oleh seniman tanah air seperti Joko Pekik, Kunsoyono, Nazir Bondan, Basuki Resobowo, Ichi Tarmizi, Lili Cecep dan Rustamadji.



Kehadiran lukisan ini juga tentu sebagai pengikat hubungan baik antara RI-Rusia. Selain lukisan ada beberapa benda bersejarah yang juga menjadi pajangan, seperti foto-foto peradaban Indonesia dari barat-timur serta beberapa patung.

Keris Pangeran Diponegoro di Museum Fur Volkerkunde, Jerman

Pangeran Diponegoro memang dikenal sebagai pahlawan heroik yang punya kekuatan super. Kisah jejak perjuangannya bahkan tidak hanya di Indonesia saja, di negara lain pun namanya tetap dikenal, bahkan salah satu keris milik Pangeran Diponegoro yang dipercaya sebagai benda keramat ada di Museum Fur Volkerkunde, Jerman.



Keris yang bernama Kyai Omyang ini sebelumnya lama berada di tangan Kerajaan Austria, dan masih terus menarik perhatian para kurator dan peneliti. Keris yang panjangnya 48,7 cm ini sangkurnya terbuat dari lapisan emas dan disimpan di ruang penyimpanan bawah tanah.

Beberapa alat musik Indonesia dalam Museo de Musica de Barranda

Sesuai dengan namanya, museum yang berada di Caravaca provinsi Murcia, Spanyol ini menyimpan berbagai alat musik dari seluruh penjuru dunia, tak terkecuali Indonesia. Ada beberapa alat musik yang dipertontonkan di Museum de Musica de Barranda ini, di antaranya Sasando, Gamelan, Angklung, dan beberapa gong dan gendang yang ditata dengan rapi.



Selain alat musik di atas, juga ada alat komunikasi tradisional seperti kentongan yang terbuat dari bambu. Keberadaan alat-alat ini menceritakan secara singkat budaya musik dalam sejarah Indonesia. Jadwal buka museum ini untuk para turis dari Senin-Minggu, jam 10.00- 16.00 waktu Spanyol.

Sisa Sejarah yang diabadikan oleh Missionarry Ethnological Museum, Vatikan

Negara yang termasuk dalam negara terkecil di dunia pun ternyata menyimpan barang sisa-sisa sejarah Indonesia. Museum etnologi yang beradi di wilayah North Vatican City ini menampilkan beberapa replika patung, seperti relief Candi Borobudur, Patung Dewi Tri Murti, Patung Buddha dari peradaban masa lampau, ada juga beberapa wayang Jawa, Al-Quran Indonesia yang berasal dari Abad 19, serta kayu salib yang dilengkapi ukiran etnik buatan suku Asmat, Papua.



Beragam barang tersebut dipamerkan kepada masyarakat setiap hari sesuai jadwal pameran museum. Hal ini menjadi kebanggan tersendiri untuk Indonesia tentunya, karena budaya negara kita semakin mendunia.

Nah, itulah 5 museum dunia yang menyimpan brand dan barang-barang Indonesia. Hal tersebut juga menjadi bukti mereka jatuh cinta pada salah satu sisi cantiknya Indonesia. Jika negara luar saja mencintai Indonesia, maka seharusnya tak ada alasan dong buat kita tidak bangga dengan berbagai budaya dan kesenian yang kita punya.