Butuh Sinergi Semua Pihak

by

MENANGANI permasalahan terkait pengemis, gelandangan, pengamen, dan orang telantar (PGPOT) seperti halnya menangani satu penyakit, yang ketika ditangani sembuh kemudian segera muncul penyakit lainnya. Oleh sebab itu, menurut salah satu pekerja sosial di Banyumas, Titi Ngudiati, diperlukan adanya sinergi dari berbagai pihak.

Keterlibatan berbagai pihak tidak hanya antar lembaga pemerintah, melainkan juga sampai tingkat RTdi lingkungan masyarakat. “Seringkali ketika akan di bawa ke balai rehabilitasi mereka (PGPOT) menolak dengan alasan anak tidak ada yang merawat, di sini perlu peran dan dukungan lingkungan,” ujarnya.

Persoalan PGPOT memerlukan penanganan yang menyeluruh, mengingat mereka juga warga negara yang memerlukan kehadiran negara. Apalagi, kata dia, PGPOT merupakan kelompok masyarakat dengan tingkat kerawanan tinggi.

“Mereka rawan, di bidang kesehatan, juga pendidikan itu yang harus diatasi,” jelas pekerja sosial yang juga aktif sebagai sukarelawan di organisasi Dompet Dhuafa itu. Dia melanjutkan, penanganan sebaikanya juga tidak hanya dilakukan kepada orang yang sudah terlanjur menjadi PGPOT. Perlu juga diupayakan sebuah cara untuk mencegah orang menjadi PGPOT.

Dia mengilustrasikan, orang-orang yang berpotensi menjadi PGPOT antara lain adalah warga desa yang tidak memiliki lahan, dan keterampilan. Selain itu juga warga perkotaan yang tidak berpendidikan dan tidak memiliki keterampilan.

Dikatakan, satu hal yang perlu dilakukan dalam menangani PGPOT yang pertama sekali adalah memperbaiki pola pikir mereka. Sebab dengan pola pikir yang terbentuk, mereka akan sulit sembuh. “Mereka berpikir mengemis misalnya lebih menguntungkan, daripada bekerja keras di sawah. Ini yang perlu ditangani,” imbuhnya. (K17-45)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *