Butuh Dana Rp100 Triliun untuk Proyek 35.000 Mw, PLN Andalkan Utang World Bank

by

Picture

kecirit.com – PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) tengah mengerjakan proyek pembangkit listrik 35.000 megawatt (mw). Megaproyek ini membutuhkan dana yang tidak sedikit.

Direktur Keuangan PLN Sarwono Sudarto mengatakan, untuk merealisasikan proyek ini, PLN membutuhkan dana kurang lebih Rp100 triliun. Dari total dana tersebut, sekira 50% digunakan untuk pembangkit
“Ada pembangkit, transmisi distribusi sama gardu. Memang kalau kita pilah-pilah itu kurang lebih sekitar 50% dari Rp100 triliun untuk pembangkit, sisanya untuk transmisi sama distribusi. Itu di seluruh Indonesia, jadi banyak,” ujarnya di Kantor PLN Pusat, Jakarta, Selasa (6/6/2017).

Untuk merealisasikan target pendanaan tersebut, PLN akan menghimpun dana dari luar kas internal perusahaan. Adapun beberapa skema yang ditempuh yakni dengan pinjaman dari pihak perbankan,  penerbitan surat utang, dan sekuritisasi aset.

Dari pinjaman perbankan, Sarwono mengatakan bahwa PLN telah mendapat pinjaman dari World Bank sebesar USD4 miliar. Dana ini akan dimanfaatkan oleh PLN untuk pembangunan transmisi dan lainnya.

“Tapi belum kita tarik semua, masih kecil, karena ini jalan terus. Transmisi kan tidak bisa seketika, jadi itu berjalan terus, USD4 miliar itu hingga tahun 2019,” terangnya.

Selain itu, PLN berusaha menjalankan skema pendanaan baru, yaitu sekuritisasi aset, melalui instrumen Efek Beragum Aset (EBA). Dalam skema ini PLN akan mengonversi pendapatan di masa depan menjadi surat berharga di awal untuk mendapatkan cash flow. PLN merencanakan sekuritisasi aset dari anak perusahaan PT Indonesia Power.

“Yang diagunkan itu piutang, piutang perusahaan yang dijual ke anak perusahaan PLN itu, dijaminkan untuk mendapatkan dana,” tambah dia.

Baru saja, PLN menerbitkan Penawaran Umum Berkelanjutan II Obligasi Berkelanjutan dan Sukuk Ijarah Berkelanjutan. Target dana yang dihimpun maksimal sebesar Rp10 triliun untuk, yang terdiri dari Rp8 triliun untuk obligasi dan Rp2 triliun untuk sukuk ijarah. Namun untuk tahap I, target dana untuk Obligasi Berkelanjutan II sebesar Rp1,6 triliun dan Rp400 miliar untuk Sukuk Ijarah Berkelanjutan II.

kecirit.com
PT kecirit.com Berjangka

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *