Bupati Ikuti Tradisi Rutin Santunan Anak Yatim

by

KAJEN – Bupati Pekalongan Asip Kholbihi mengikuti tradisi rutin santunan anak yatim di Desa Gembong dan Klasem, Kecamatan Kandangserang, Kabupaten Pekalongan. Tradisi itu sudah ada sejak 13 tahun lalu. Dalam kegiatan tersebut, bupati juga mengajak pejabat Satuan Kerja Perangkat Dinas (SKPD) untuk turut memberikan santuan, baik atas nama pribadi maupun Pemkab Pekalongan.

Sekretaris Desa Gembong Kecamatan Kandangserang, Untung mengatakan, kegiatan santunan anak yatim rutin dilakukan setiap tahun sejak 13 tahun lalu. Anak yatim dikumpulkan di balai desa untuk kemudian diberikan santunan oleh warga dengan cara berputar mengelus kepala mereka satu per satu. Untuk tahun ini kegiatan santunan lebih semarak, karena Bupati Pekalongan dan pejabat SKPD di Pemkab Pekalongan turut dalam pemberian santunan bagi anak-anak yatim di dua desa Kecamatan Kandangserang tersebut. ’’Kegiatan ini bertujuan menumbuhkan rasa kepedulian masyarakat pada anak yatim, dan untuk membantu memberikan kontribusi dalam biaya hidup, maupun kebutuhan sekolah, dengan harapan anak-anak yatim mendapat kebahagiaan serta lebih semangat belajar untuk meraih prestasi dan meraih masa depan yang cerah,’’tandasnya.

Tumbuhkan Kepedulian

Usai memberikan santunan dan ikut tradisi mengelus kepala anak-anak yatim, Bupati Asip Kholbihi mengatakan, santunan diberikan sebagai wujud perhatian Pemkab Pekalongan, terhadap anak-anak yatim sebagai tugas Pemerintah dalam hal menjaga agama.

Asip mengharapkan agar Madrasah Diniyah, TPQ, pengajian-pengajian dapat berjalan beriringan dengan Sekolah Negeri, SMP Negeri dan juga SMA Negeri. Karena anak-anak harus didik baik ilmu agama maupun ilmu umum, demi keselamatan hidup di dunia dan di akhirat. ’’Kita jangan hanya memikirkan duniawi saja, karena kelak kita akan mati. Namun demikian juga sebaliknya, jangan hanya memikirkan akhirat terus, karena kita masih menginginkan kenikmatan hidup di dunia. Dua-duanya harus berjalan seimbang. Inilah yang disebut tugas pemerintah sebagai penjaga agama,’’ ungkap bupati.

Dijelaskan, agama adalah wahyu dari Allah, dan menurut rasulullah pemerintah adalah malik yang bertugas menjaga. ’’Menjaga agama adalah menjaga anak-anak dan seluruh warga masyarakat yang beragama untuk senantiasa meningkatkan pengamalan agamanya. Yang beragama Islam ya dengan Islam, yang di luar agama Islam silakan sesuai dengan keyakinan masing- masing karena itu dijamin oleh undang-undang,’’jelas Asip.

Selanjutnya terkait dengan acara santunan pada anak yatim tersebut, bupati ikut titip pada seluruh warga terutama pada pengasuh anak yatim untuk menjaga anak-anak yatim dengan baik dengan penuh kasih sayang dan tidak melakukan penganiayaan. ’’Hak anak yatim tidak boleh sedikit pun kita kurangi. Kalau anak-anak yatim ini mendapat bingkisan dari mana saja, ibu-ibu tidak boleh mengambil secuil pun. Ini hal yang sepele, tapi kadang kita lupa. Tolong ingat betul hal ini, karena ini ajaran agama kita,’’pesan bupati. (H52-15)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *