BPBD Kerahkan Logistik Bencana di Desa Sumber

by

BLORA, kecirit.com – Ratusan anak-anak SDN 3 Sumber Kecamatan Kradenan Blora, berlarian menuju lapangan saat mendengar bunyi alarm tanda bahaya dan pemberitahauan akan terjadinya banjir. Sementara banyak warga yang panik dan terseret arus sungai, sehingga sebagain ada yang mengalami luka ringan, luka berat.

Mendengar informasi hal itu tim siaga bencana dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Blora langsung menerjukan logistisk bencana dan relawan untuk membantu mengevakuasi warga yang terdampak banjir bandang tersebut.

Mulai dari dapur umum, tim medis dari Puskesmas dan PMI Blora, serta tim edukasi bagi anak-anak langsung mendirikan posko di Lapangan desa setempat.

Tim medis dari PMI dan Puskesmas tampak sibuk menolong yang luka ringan, sementara relawan lainnya dari BPBD, Tagana, Muhammadiyah Disaster Manajemen Center (MDMC) dan lainnya juga sibuk membantu evakuasi baik disungai dengan perahu karet ataupun menaikkan di truk untuk dibawa di posko bencana.

Kejadian itu terjadi bukan sebenarnya, melainkan simulasi bencana banjir dan Apel Kesiapsiagaan Bencana Banjir yang dilakukan oleh BPBD Blora dalam rangka menghadapi bencana yang ada di Blora.

Apel dan simulasi bencana banjir tersebut di pusatkan di Lapangan Desa Sumber Kecamatan Kradenan, Blora,

Meski hanya simulasi namun hal itu sebagai sarana agar seluruh elemen relawan di Blora siap siaga saat bencana sesuai dengan peran masing-masing.

Bupati Blora Djoko Nugroho yang memimpin apel meminta agar seluruh elemen masyarakat, mulai dari BPBD, PMI, Rapi, Hansip, Muhamadiyah, Banser, Pramuka harus bersinergi dan saling mendukung satu sama lainnya.

“Unsur penanggulangan bencana yang ada di Blora harus terus meningkatkan kemampuan, sehingga dalam bencana bisa bertindak cepat dan tepat,” pesannya.

Bahkan kalau bisa masing-masing desa memiliki protap bencana. Dia melihat di Blora potensi bencana yang muncul adalah banjir dan anging lesus. Tetapi banjir bandang yang patut diwaspadai, karena banyak sungai besar yang ada di beberapa desa.

“Kalau bengawan solo bisa dipantau tapi kalau banjir bandang dari sungai itu yang sulit di prediksikan, maka saat hujan masyarakat yang dekat sungai harus waspada,” egasnya.

Sementara itu Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Blora Sri Rahayu mengatakan seluruh elemen ikut serta dalam apel siaga ini. Termasuk kelengkapan logistik bencana yang ada, seperti mobil dapur umum dari Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Sosial (Nakertransos) lengkap dengan Tagana.

“Melalui apel ini maka mereka nantinya jika ada bencana sudah siap dan bisa bergerak dengan cepat,” ungkap Sri Rahayu.

(Sugie Rusyono/CN39/SM Network)