Blangko E-KTP Habis, Dinas Keluarkan KTP Sementara

by
Contoh KTP Sementara yang dikeluarkan oleh Dispendukcapil Kabupaten Cilacap. (kecirit.com/Hanung Soekendro)

Contoh KTP Sementara yang dikeluarkan oleh Dispendukcapil Kabupaten Cilacap. (kecirit.com/Hanung Soekendro)

SEMARANG, kecirit.com – Dinas kependudukan dan Pencatatan Sipil di 35 kabupaten/kota di Jateng akan mengeluarkan surat keterangan pengganti Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP).

Kebijakan ini diambil karena mulai 1 September – akhir November 2016 tidak akan ada pengiriman blangko e-KTP dari pemerintah pusat ke Pemerintah kabupaten/kota.

Kepala Disnakertransduk Jateng, Wika Bintang menjelaskan surat keterangan pengganti itu sesuai dengan instruksi Mendagri. Fungsinya sama dengan e-KTP dan diperoleh setelah melakukan perekaman. Surat keterangan bisa digunakan untuk urusan perbankan, asuransi, Pilkada, kepolisian, BPJS, Imigrasi. Jika nantinya sudah ada stok blangko maka surat keterangan itu tinggal ditukar dengan e-KTP.

“Pemerintah pusat melakukan rasionalisasi anggaran. Itu menyebabkan belum dilakukan lagi lelang blangko e-KTP. Mungkin sampai akhir November tidak ada blangko. Kalau di dinas masih ada, mungkin sisa-sisa blangko yang kemarin. Ini terjadi di seluruh Indonesia,” kata Wika, Jumat (30/9).

Dalam surat keterangan yang berbentuk selembar kertas ukuran HVS itu berisikan data sebagaimana KTP biasanya. Nama, Nomor Induk Kependudukan (NIK), alamat maupun foto. Namun ditambah pernyataan Kepala Dinas kependudukan dan Capil kabupaten/kota setempat yang menyatakan nama tertera telah melakukan rekam e-KTP. Data warga yang bersangkutan juga dinyatakan telah tersimpan di database kependudukan wilayah setempat.

Biasanya, lanjut Wika, tiap-tiap kabupaten/kota menerima alokasi blangko e-KTP antara seribu sampai empat ribu lembar dalam sekali kirim. Kuota ini didasarkan pada jumlah warga yang telah terekam datanya. Namun ia menegaskan, pengiriman blangko masih sama yakni dari pemerintah pusat langsung ke kabupaten/kota.

Sampai akhir September, masih ada 1,8 juta penduduk di Jawa Tengah yang belum memiliki e-KTP. Sebanyak 1,4 juta penduduk di antaranya belum melakukan perekaman dan sekitar 400 ribuan lainnya sudah perekaman namun kehabisan blangko.

Meski jumlah blangko terbatas, namun proses perekaman jalan terus. Wika menargetkan semua warga Jateng yang telah memenuhi syarat memiliki KTP selesai melakukan perekaman pada Oktober 2016.

(Hanung Soekendro/CN39/SM Network)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *