Bidik Akreditasi Paripurna

by

MENAPAKI usia genap satu tahun pada 24 Oktober 2016, RSUD Bagas Waras terus berbenah. RSUD milik Pemkab Klaten yang dibentuk dengan Perda 8/ 2014 itu managretkan terakreditasi paripurna sebagai RSUD bintang lima. Direktur Utama RSUD Bagas Waras, Limawan Budiwibowo mengatakan, untuk melengkapi berbagai panduan layanan klinis, RSUD sedang berproses untuk akreditasi dari Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS). ‘’Dokumen kelengkapan sudah disiapkan, studi banding dilakukan dan tenaga ahli disiapkan,’’ katanya, Minggu (22/10).

Dikatakan, pada awal 2018 atau di akhir tahun 2017 ditargetkan akreditasi paripurna sekaligus bintang lima sudah didapat. Target itu bukan hal muluk sebab sejak ditetapkan sebagai BLUD pada 23 Juli dan beroperasi pada 24 Oktober 2015, berbagai kemajuan sudah dicapai RSUD yang beralamat di Jl Ir Soekarno, Desa Buntalan, Kecamatan Klaten Tengah. Sesuai visi dan misi sebagai rumah sakit yang mengutamakan keselamatan pasien, memberi layanan bermutu berkeadilan, sebagai tempat layanan paripurna terintegerasi, mendekatkan jangkauan masyarakat dan mengutamakan kebutuhan anak bermacam upaya dilakukan. Meski usia baru setahun, RSUD memiliki 152 bed untuk pasien maupun ruang penunjang lain. Dari jumlah itu, 60 bed untuk kelas III, dan delapan bed masing-masing kelas VIP, 1 dan 2. Banyaknya bed kelas III merupakan kebijakan khusus seiring meningkatnya jumlah pasien kelas III. Jumlah itu melebihi ketentuan Permenkes 56/ 2014 tentang Klafisikasi dan Perizinan RS yang hanya 30 persen.

Tingkat kepadatan bed mencapai 60 persen dengan long stay rawat inap rata-rata lima sampai enam hari. Kunjungan pasien, lanjut Limawan, per bulan rawat jalan yang mencapai 3.000 orang dan rawat inap 2.000 orang sebagai hal luar biasa mengingat usia RSUD yang baru setahun. Layanan poliklinik kini ada sembilan layanan spesialis. Akhir tahun ini ditambah spesialis paru dan ortopedi. Layanan itu didukung tenaga kerja 356 orang dengan sarana penunjang berbagai jenis. Mulai ruang operasi lengkap, ICU, NICU, IGD, isolasi, anak, maternitas, perinatal dan lainnya.

Rumah Anak

Pada akhir 2016, direncanakan tambahan CT Scan dan hemodialisa yang sudah diproses izinnya. Dari sisi pengembangan fisik, lahan enam hektare terus ditata. Pada sela gedung ditata taman, parkir dan penghijauan menuju green hospital. Untuk mewujudkan misi sebagai RS ramah anak, ruang rawat inap anak dipisahkan dengan pasien dewasa, pembangunan taman bermain dan interior khusus anak. Kerja sama dengan BPJS, Taspen, Jasa Raharja dan lembaga lain diperkuat dengan target pendapatan Rp 20 miliar.

Menejemen berupaya mewujudkan RSUD sebagai RS destinasi layanan kesehatan masyarakat Klaten dan sekitar. Berbagai kemajuan itu menjadikan RSUD sebagai RS studi banding kabupaten lain. Termasuk tamu dari Amerika Serikat bulan lalu. Pada HUT pertama, RSUD bersosialisasi dengan masyarakat melalui pengobatan gratis, jalan sehat dan seminar nasional. Plt Kepala Dinas Kesehatan Pemkab Klaten, Sri Sundari Indriastuti mengatakan usia satu tahun masih perlu arahan, tuntutan dan bimbingan sebab banyak tantangan masa datang. ‘’Masukan pelanggan harus jadi bahan introspeksi,’’ katanya. Motivasi harus terus diberikan semua elemen masyarakat kepada manejemen. (H34-68)