Berikan Pelajaran Hidup Berharga, 5 Driver Ojol Wanita Ini Pantas Dijadikan Panutan

by
Berikan Pelajaran Hidup Berharga, 5 Driver Ojol Wanita Ini Pantas Dijadikan Panutan

Beruntunglah kita tinggal di Indonesia, semenjak R. A. Kartini belum lahir, kesetaraan gender sudah diberlakukan. Banyak wanita telah mendapatkan kesempatan yang sama dengan para pria. Hal tersebut masih berlanjut makmur hingga sekarang, buktinya driver ojol saja banyak diisi oleh kaum hawa. TIPS KESEHARIAN

Namun terkadang, para pengemudi wanita mendapatkan perlakuan yang kurang pantas dari perusahaan maupun penumpangnya. Meskipun begitu, mereka tetap fokus bekerja untuk memenuhi kebutuhan individu serta keluarganya. Simak kisah inspiratif yang ditorehkan oleh driver-driver ojol wanita dalam ulasan berikut.  BERITA UNIK

Jujur ketika ditilang, driver ojol asal Sukabumi ini banjir pujian

Susah menemukan orang jujur di Indonesia saat ini. Tak hanya para koruptor yang makan uang negara saja, di lingkungan sekitar saja bila tak kita sadari dengan jeli, mereka pun bisa dengan mudah ngeles dari tanggung jawabnya. Namun, masih ada 1 dari 1.000 orang Indonesia yang masih memiliki kesadaran untuk bersikap jujur.  INFO SPECIAL



Driver gojek asal Sukabumi ini contohnya. Dilansir dari brilio.net, kisahnya beberapa waktu lalu sempat viral, karena ia mengaku salah dan jujur ketika ditilang. Ia pun tak memberikan ceperan seperti beberapa pengendara lainnya. Ia pun sempat membagikan ceritanya di akun facebook pribadinya, Gina Pebriana. Alhasil, sikapnya pun menuai banyak pujian dari netizen.

Pernah dapat lontaran “ngapain cewek ngojek, balik ke dapur sono”

Kisah yang lain datang dari seorang driver grab paling cantik yang pernah ada. Sosok tersebut bernama Adinda. Dilansir dari liputan6.com, awalnya Adinda seorang pekerja kantoran lalu merasa tak cocok dengan manajemen perusahaan, ia akhirnya keluar dan iseng untuk menjadi driver ojol.



“Saya merasa senang, bisa keliling Jakarta dan dapat uang,” ungkap Adinda kepada liputan6.com. Namun, tak selamanya kesenangan berlangsung tanpa ada pahit yang menyambar. Adinda pun pernah mendapat lontaran “ngapain cewek ngojek, balik ke dapur aja sono,” dari seniornya. Meskipun begitu, Adinda pun tak memasukkan ungkapan itu ke dalam hatinya dan fokus bekerja. Memang kenapa jika zaman now wanita juga menjadi tukang ojek?

Rela hujan-hujanan dan pulang malam untuk mengais rezeki demi sang buah hati

Sudah banyak beredar kisah abang-abang gojek yang rela menerjang hujan dan melawan panas untuk melayani para pelanggannya. Namun, apa pernah Saboom sekalian dengar kisah seorang driver gojek wanita yang rela kehujanan? Ferdyani Andhita Puteri, driver gojek asal Ciputat ini yang jadi lakonnya.



Dilansir dari facebook Koran Gojek Keluhan Driver Customer II, kisah dari ibu satu anak ini pun viral. Ia mengisahkan pengalaman kerjanya hari itu, mulai dari sepatunya yang kebasahan karena hujan, hingga pinggangnya sakit, serta pukul 12:37 malam ia baru saja sampai di rumah. Ia pun tak lupa menyebutkan anaknya yang setia menunggunya di rumah. Sontak, netizen pun berharap agar rezeki Ferdyani pun lancar.

Berani ribut dengan ojek pangkalan (opang)

Selama ini, jika kita lihat demo-demo yang dilakukan oleh antek-antek angkot serta ojek pangkalan yang tak terima dengan keberadaan ojol, pasti berakhir dengan para driver ojol yang mengalah. Namun, beda cerita dengan pengalaman Hasanah, seorang driver ojol wanita yang pernah narik di Kalibata City, Jakarta. Opang melarang ia melintas di sana padahal tak ada larangan resmi dari pihak mall maupun pemerintah.



Alhasil, Hasanah pun menyatakan dengan tegas untuk menyelesaikan urusan tersebut di kantor polisi. “Dalam hati saya, kalau menyerah sekarang, bagaimana nasib anak-anak saya?” ujarnya, dilansir dari detik.com. Pada akhirnya, Hasanah dan antek-antek opang pun berdamai. Hasanah pun menyarankan untuk bergabung dengan gojek saja asal perysaratannya lengkap.

Dipandang sebelah mata hingga menjadi panutan di kampungnya

Sama seperti Hasanah yang berani dan pantang menyerah, Pipit Pitriasih pun memiliki sikap yang sama. Sayangnya, Pipit adalah seorang single mother alias janda. Ia pun tak sempat mengenyam pendidikan di SMA, alhasil susah mencari kerja dengan gaji yang bagus dengan bekal ijazah SMP. Namun, semenjak bergabung menjadi mitra gojek, hidupnya pun berubah.



Ia bahkan bisa membiayai dirinya untuk mengikuti ujian paket C dan lulus. Selain itu, biaya pendidikan anak-anaknya pun tercover. Awalnya, para tetangga memandang sebelah mata dan bahkan mencibir profesinya, tetapi setelah sukses menjadi mitra gojek, ia pun dimintai tips and trick bagaimana caranya bergabung di sana.


Inspirasi memang bisa datang dari mana saja, enggak harus belajar dari driver ojol yang sudah tua renta, tetapi mereka yang masih muda dan memiliki semangat kerja tinggi juga cocok dijadikan panutan. Melihat lima pekerja keras di atas, rasanya hati ini pun tergerak untuk berjuang lebih baik lagi serta tak mudah mengeluh.