Baznas Kendal Perbaiki Rumah Warga Miskin

by
BONGKAR RUMAH: Sejumlah warga membongkar rumah milik Surip yang mendapat bantuan renovasi dari Baznas Kendal.(kecirit.com/Rosyid Ridho)

BONGKAR RUMAH: Sejumlah warga membongkar rumah milik Surip yang mendapat bantuan renovasi dari Baznas Kendal.(kecirit.com/Rosyid Ridho)

KANGKUNG, kecirit.com – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Kendal memperbaiki rumah warga miskin yang hampir roboh. Kegiatan itu sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat kurang mampu. Warga yang beruntung rumahnya diperbaiki yakni Surip warga RT 5 RW 1, Desa Kaliyoso, Kecamatan Kangkung.

Perbaikan dilakukan warga dibantu TNI dan Polri. Sekitar 70 orang bekerja sama membangun rumah yang sudah tidak layah huni tersebut.

Ketua Baznas Kendal, KH Ubaidilah, mengatakan, rumah yang dibedah merupakan rumah warga tidak mampu yang kondisinya tidak layak huni berdasarkan usulan dari pihak desa. Syarat utamanya yaitu rumah milik sendiri dan masuk dalam golongan warga miskin. Kriteria rumah yang dibantu harus jelas milik sendiri dan ada memenuhi syarat untuk dibantu.

Program bedah rumah dari Baznas Kendal rencananya akan dilakukan merata di setiap kecamatan. Dalam satu tahun, setiap kecamatan, minimal terdapat satu rumah yang dibedah.

“Ini program pertama bedah rumah dari Baznas dan akan terus berjalan sesuai dengan kondisi anggaran,” kata dia, Rabu (26/10).

Bantuan perbaikan rumah tidak layak huni sebesar Rp 10 juta/rumah yang diwujudkan dalam bentuk bahan bangunan. Tahun ini dua rumah yang diperbaiki, yakni di Desa Kaliyoso, Kangkung dan Desa Surokontokulon, Pageruyung. Adapun sumber dana berasal dari infaq yang terkumpul di Baznas Kendal selama 2015.

Pj Kepala Desa Kaliyoso, Bimasyudi Dasuki, mengatakan, Surip hanya tinggal bersama sang istri bernama Sulati. Rumah mereka dibongkar dan dibangun menjadi rumah tembok dari batako. Kekurangan material akan dipikul bersama warga dan pihak desa.

Suami istri itu, tidak mempunyai pekerjaan tetap. Mereka hanya sebagai buruh jika sewaktu-waktu tenaganya dibutuhkan oleh tetangga. “Biaya kehidupan sehari-hari mengandalkan kiriman dari anak satu-satunya yang bekerja di Malaysia,” katanya.
(Rosyid Ridho/CN41/RED_KECIRIT NEWS UPDATE)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *