Banjir akibat Sungai Dangkal

by

BANYUMAS – Kerugian banjir bandang yang merendam 25 rumah warga di Desa Besuki dan Desa Cidora, Kecamatan Lumbir, Selasa (27/9) masih dihitung.

Setelah banjir bandang sejumlah warga membersihkan rumah. Penyebab banjir diduga karena Sungai Lopasir dan Begadung dangkal. Selain meluapnya Sungai Lopasir yang merendam 15 rumah di RW 1 dan RW 2 Desa Besuki, meluapnya Sungai Begadung juga merendam 8 rumah di Grumbul Karangduwur Desa Cidora.

Sebanyak 25 rumah warga di dua desa tersebut terendam air dengan ketinggian 20 sentimeter – 50 sentimeter. Camat Lumbir, Budi Nugroho mengatakan, usai banjir bandang kemarin, petugas dari BPBD Banyumas telah datang ke dua lokasi.

Kemarin, petugas Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak juga datang melihat lokasi Sungai Lopasir dan Begadung menjadi sumber luapan air. Dia berharap setelah banjir bandang yang ketiga kali sejak akhir 2015 lalu, ada penanganan dari pemerintah.

“Harapannya ada normalisasi sungai, karena memang kondisi sungai sudah dangkal sehingga kapasitas tampung air rendah. Kalau tak dinormalisasi, diharapkan ada pembenahan tanggul di beberapa titik yang rawan meluap,” katanya, kemarin. Budi mendorong agar koordinasi masyarakat bersama dengan pemerintah desa mulai dari tingkat RT dapat ditingkatkan dalam upaya menanggani bencana.

Hujan Deras

Dengan kewaspadaan menjadi bekal warga menghadapi ancaman bencana. Apalagi hingga September ini potensi hujan deras masih saja terjadi bahkan hingga awal 2017 mendatang. “Meskipun untuk luapan air sungai ini tak sebesar dibandingkan kejadian sebelumnya, namun tidak bisa dianggap ringan.

Warga tetap meningkatkan kewaspadaan dan mitigasi bencana sehingga kerugian jika bencana terjadi dapat diminimalisasi,” jelasnya. Kepala Dusun II Desa Cidora, Miskam mengatakan, normalisasi berupa pengerukan sungai dan pembangunan tanggul yang jebol mendesak. Dengan demikian, aliran air kembali normal dan mengurangi sedimentasi.

Sebab, selama beberapa tahun terakhir ini, endapan lumpur dan tanah membuat permukaan sungai semakin dangkal. “Dengan pengerukan sedimentasi diharapkan sungai di wilayah Karangduwur Cidora hingga Besuki normal kembali. Pasalnya kalau sedimentasi ini dibiarkan permukaan sungai makin tinggi mendekati pemukiman warga,” katanya.

Kepala Desa Besuki, Tjarkim mengatakan, selain rawan banjir bandang, wilayah Besuki juga terbilang rawan tanah longsor. Setiap musim hujan tiba, biasanya terjadi bencana tebing longsor yang mengancam rumah warga di bawah tebing. (K37-45)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *