Awalnya Menu Coba-Coba

by

NGISOR ASEM

KULINER menjadi penanda khas suatu daerah. Di Kota Semarang, ada beberapa warung yang menghidangkan menu endhas (kepala) ikan manyung dan mangut. Sajian itu digemari sebagian kalangan, meski awalnya sekadar menu coba-coba.

’’BU, endhas manyunge taksih?’’ seorang pelanggan Warung Makan Bu Fat bertanya kepada pramusaji warung yang berlokasi di Jalan Ariloka Krobokan, Semarang Barat. Paramusaji menjawab ’’masih’’, dan dengan cekatan ia menyiapkan satu porsi kepala ikan manyung di atas piring. Kuah santan bumbu pedas kemudian disiramkan di atas kepala ikan tersebut.

Menu disuguhkan bersama nasi putih dengan piring terpisah. Ya, mungkin jika tak ada uji coba yang dilakukan Fatimah dan Suyoso pada 1990-an, barangkali kita tak bisa merasakan kelezatan kuliner itu. Pasangan suami istri pemilik warung Bu Fat itu menjadi salah satu pelopor munculnya menu endhas manyung.

Menurut putra keenam pasangan Fatimah dan Suyoso, Teguh Sutrisno, orang tuanya menemukan menu itu setelah melakukan coba-coba. Awalnya, di dekat warung ada kampung pengasapan ikan. Saat itu, keduanya melihat kepala manyung diasapi. ’’Ibu kemudian membeli endhas manyung itu untuk kemudian diolah. Cara membuatnya pun sama dengan sayur mangut biasa.

 

loading...