Atasi Bencana, Pemerintah dan Masyarakat Diharapkan Bersinergi

by
Foto: Istimewa

Foto: Istimewa

SEMARANG, kecirit.com – Pemerintah dan masyarakat diharapkan bisa bersinergi, menghadapi bencana alam yang kemungkinan akan terjadi karena ada fenomena alam La Nina. Anggota Komisi E DPRD Jawa Tengah Rusman Abdullah mengatakan, hampir di semua wilayah Jawa Tengah memiliki potensi bencana yang tinggi.

“Butuh sinergi semua pihak agar ketika terjadi bencana alam dapat diminimalisir kerugiannya. Satu diantaranya dengan mengoptimalkan desa tanggap bencana di 35 daerah di Jawa Tengah,” kata Rusman sebagaimana rilis yang diterima kecirit.com, Jumat (30/9).

Beberapa daerah di Jawa Tengah rawan bencana, mulai dari banjir, lonsor dan tsunami. Ada 2.024 dari 7.809 desa di Jawa Tengah rawan longsor. Sedangkan rawan banjir, mulai dari Pantura barat sampai ke Timur, dari Cilacap sampai Purworejo, Kota Surakarta dan sekitarnya.

“Masyarakat perlu mengetahui potensi bencana, antisipasi dan penanggulangan bencana diwilayahnya masing-masing. Perlu tahu juga bagaimana fungsi dan guna dari early warning system (EWS) yang dipasang oleh pemerintah,” tambahnya.

Berdasarkan data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Agustus 2016, 32 kabupaten/kota dari 35 yang ada di Jawa Tengah memiliki indeks rasio bencana (IRB) yang cukup tinggi.

Data menunjukkan daerah di wilayah selatan Jateng memiliki IRB paling tinggi, diantaranya Cilacap (kejadian bencana 123), Banyumas (84), Purbalingga (33), Banjarnegara (21), Kebumen (38) dan Purworejo (28).

(Puthut Ami Luhur/CN39/SM Network)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *