Asuransi Tani Jateng Baru Cakup 83 Ribu Hektare Lahan

by
Foto: Istimewa

Foto: Istimewa

SEMARANG, kecirit.com – Petani padi di Jawa Tengah yang menjadi peserta program asuransi tani dari Kementerian Pertanian masih minim. Dari kuota 150 ribu hektare yang disediakan untuk Pemprov Jateng, baru 83 ribu hektare lahan yang didaftarkan atau sekitar 55,3 persennya.

Sosialisasi telah dilakukan oleh Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Hortikultura (TPH) kabupaten/kota pada kelompok tani mulai tahun 2015. Namun masih banyak petani yang enggan memanfaatkan program tersebut. Dari lahan yang telah di daftarkan, tersebar di 12 kabupaten/kota.

Kepala Dinas Pertanian TPH Jateng, Suryo Banendro mengatakan tak mudah mengajak petani untuk mengikuti asuransi tani. Terlebih lagi petani yang rata-rata sudah berusia tua.

Mereka memilih bertani dengan cara yang dilakukan selama ini dan tak mudah tertarik dengan hal-hal baru. Meskipun, asuransi tani itu dinilai sangat menguntungkan petani.

Petani memperoleh ganti rugi Rp 6 juta jika lahan pertaniannya gagal panen akibat bencana atau terserang hama hingga puso. “Sudah ada yang mencairkan klaim asuransi. Di klaten, Grobogan dan Kebumen. Rp 6 juta itu sangat cukup untuk membeli bibit dan pupuk lagi,” kata Suryo, Rabu (28/9).

Untuk menjadi peserta, premi yang harus dibayar Rp 180 ribu/hektare. Namun petani hanya diwajibkan membayar Rp 36 ribu saja. Biaya lainnya disubsidi oleh pemerintah.

“Kalau harapan kami jangan sampai terjadi bencana atau gagal panen. Karena akan mempengaruhi produksi pertanian Jateng,” katanya.

(Hanung Soekendro/ CN33/ SM Network)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *