Asita Dukung Convention Hall di Pedaringan

0
37

SOLO- Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita) Solo mendukung penuh rencana Pemkot membangun convention hall di kawasan Pedaringan, Jebres.

Menurut ketuanya, Daryono, sebagai Kota MICE (meeting, incentive, convention, and exhibition), sudah selayaknya Solo punya convention hall bertaraf internasional. Memang, sejumlah hotel sudah mempunyai convention hall cukup besar yang bisa menampung banyak orang. Namun itu hanya cukup untuk pertemuan atau meeting, adapun untuk incentive, convention, atau exhibition, apalagi bertaraf internasional masih belum mencukupi.

Menurut dia, kalau memang convention hall di kawasan Pedaringan akan dibangun di lahan seluas 3,5 hektare, berarti lebih luas dibanding yang ada di Yogyakarta yang hanya 1,7 hektare. ’’Sebagai kota MICE dan kota wisata, kami mengusulkan agar pembangunan convention hall di kawasan Pedaringan diintegrasikan dengan kawasan yang ada. Seperti Solo Techno Park (STP), UNS sebagai edu park, dan Taman Satwa Taru Jurug atau TSTJ,’’ kata Ketua Asita Solo Daryono, Kamis (29/9), yang sebelumnya audiensi dengan DPRD terkait pembahasan rencana induk pengembangan daerah pariwisata.

Pemanfaatan Lahan

Direktur Utama Pusat Pergudangan Kota (PPK) Pedaringan, Chriswanto Tri Santoso sudah memaparkan rencana pembangunan convention hall itu ke Wali Kota FX Hadi Rudyatmo di Balai Kota. Ia mengatakan, pembangunan convention hall sebagai salah satu upaya pemanfaatan lahan yang tidak terpakai di pusat pergudangan itu. Sebab, dari lahan seluas 11,6 hektare, baru terpakai tiga hektare, yakni untuk gudang satu hektare dan dua hektare untuk parkir dan bongkar muat. ’’Sudah ada investor yang siap membangun, jadi Pemkot tidak perlu repot-repot mengalokasikan dana di APBD,’’ kata Christ.

Sebelum audiensi dengan DPRD, Daryono membuka Solo Culinary and Shopping Festival di Solo Paragon Mall. Menurut dia, potensi wisata kuliner dan budaya yang cukup besar di Solo menjadi peluang bagi bagi masyarakat dan para pelaku bisnis untuk ikut mengembangkan. Kuliner menarik bagi wisatawan, karena makanan cukup sulit untuk dikirim ke tempat asal dan harus dinikmati di tempat mereka berlibur. ’’Sebanyak 30 persen wisatawan yang datang ke Solo karena alasan kuliner,’’katanya. (G8-26)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here