Angkasa Pura I Ambilalih Tiga Bandara Pemerintah

by
Danang Baskoro,kini jadi Dirut PT Angkasa Pura 1 menggantikam Wimboh S Harjito.(Foto: kecirit.com/Budi Nugraha)

Danang Baskoro,kini jadi Dirut PT Angkasa Pura 1 menggantikam Wimboh S Harjito.(Foto: kecirit.com/Budi Nugraha)

JAKARTA, kecirit.com – Dalam waktu dekat, tiga bandara pemerintah melalui Kementerian Perhubungan, akan dikelola PT Angkasa Pura (AP) I. “Ini adalah peluang bagi AP I untuk mengembangkan bandara baru, serta bisnis perseroan,” kata Dirut PT AP I Danang S Baskoro usai pisah sambut di Jakarta, Jumat (21/10) malam.

Sebelumnya, Menteri BUMN Rini Soemarno mengangkat Danang S Baskoro menjadi Dirut PT AP I menggantikan pejabat sebelumnya Sulistyo Wimbo Hardjito. Danang sebelumnya menjabat sebagai Dirut PT ASDP Indonesia Ferry.

AP I mengelola 13 bandara, di antaranya Bandara Ngurah Rai, Bali, Bandara Juanda Surabaya, dan Bandara Hassanudin, Makassar. Sementara tiga bandara baru yang selama ini dikelola pemerintah yaitu Kementerian Perhubungan akan dikelola AP I yaitu Tarakan (Kalimantan Timur), Samarinda Baru (Kalimantan Timur), dan Sentani (Papua).

Danang mengemukakan, meskipun mungkin di awal nanti ketiga bandara tersebut merugi karena penumpang kurang, namun pelayanan dan safety tetap diutamakan. Langkah pengambilalihan bandara ini juga dilakukan untuk meningkatkan pelayanan penumpang di bandara serta upaya mengembangkan bisnis perseroan.

“Bandara besar atau kecil harus sama dan seragam dalam hal pelayanannya. Pelayanan tetap utama,” tegas Danang.

Menanggapi penunjukan dirinya menjadi orang nomor satu di AP I, Danang mengatakan, hal itu sebagai sebuah amanah yang harus dijalankan. “Saya cuma menjalankan tugas saja. Ya, kita ikuti pemegang saham saja. Saya siap menerima tugas ini,” kata Danang.

Sebelum menjabat Dirut ASDP, Danang pernah berkarir menjadi direksi di PT Perusahaan Gas Negara (PGN), termasuk menjadi Deputi Bidang Usaha Logistik dan Pariwisata Kementerian BUMN.

Di bawah kepemimpinan Danang, kinerja ASDP Indonesia Ferry cukup positif. Pada 2015 lalu, realisasi laba (audited) mencapai Rp 224 miliar atau naik signifikan dibandingkan realisasi tahun 2014 sebesar Rp 174,22 miliar.

Perseroan berhasil mencatat total pendapatan sebesar Rp 2,33 triliun, yang dikontribusikan dari penyeberangan sebesar Rp 1,36 triliun, pelabuhan sebesar Rp 510,6 miliar, dan aneka usaha jasa Rp 458 miliar.

Pencapaian pendapatan ini tumbuh 21 persen dibandingkan pencapaian tahun 2014 sebesar Rp 1,92 triliun. Dan bila dibandingkan dengan RKAP Tahun 2015 sebesar Rp 2,38 triliun, maka tercapai sekitar 98 persen.
(Budi Nugraha/CN41/RED_KECIRIT NEWS UPDATE)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *