Alasan di Balik Pemisahan Layanan GO-LIFE dari Aplikasi GO-JEK

0
28

TeknoKecirit – Platform penyedia layanan on demand, GO-JEK, belum lama ini mengumumkan bahwa beberapa layanannya, seperti GO-MASSAGE, GO-CLEAN, GO-AUTO, dan GO-GLAM, telah berpindah ke aplikasi tersendiri yang diberi nama GO-LIFE. Semua layanan tersebut masih terlihat dalam aplikasi GO-JEK, namun pengguna akan dialihkan ke aplikasi GO-LIFE bila memilih beragam servis yang disebutkan tadi.

Menurut Co-Founder & Co-Head GO-LIFE, Dayu Dara Permata, ada beberapa alasan mengapa GO-LIFE kini terpisah dari aplikasi GO-JEK. Alasan pertama yakni GO-JEK dinilai sudah memasuki tahap dewasa sehingga iterasinya bisa berlangsung hingga sekali setiap bulan.

GO-JEK akuisisi Leftshift | featured image

“Sementara GO-LIFE layanan yang sangat baru dan membutuhkan sekali independensi, otonomi untuk melakukan iterasi. Iterasi itu peluncuran fitur atau perbaikan versi, lebih sering dari GO-JEK. Kita inginnya bisa (melakukan iterasi) weekly atau daily,” ujar Dara ketika ditemui di acara LocalStartupFest baru-baru ini.

“Keberadaan GO-LIFE dalam GO-JEK itu agak sulit karena kita harus mengikuti siklusnya GO-JEK. GO-JEK enggak bisa dipersering karena mereka lebih kompleks. Akhirnya kita pisahkan agar GO-LIFE bisa iterasi lebih cepat,” jelasnya lagi.

read also

Simak tanggapan Dara tentang peran wanita di ranah startupteknologi

Ketika ditanya bagaimana jadinya GO-LIFE setelah dipisah dari GO-JEK, Dara masih enggan membeberkannya. Ia juga belum bisa memberikan jawaban apakah akan ada update dari layanan GO-LIFE dalam waktu dekat. “Masih harus digarap lagi, belum ada keputusan.”

go glam feature image

Beda lini bisnis

Meski GO-JEK dan GO-LIFE kini tak lagi menjadi satu aplikasi, tetap ada yang menjembatani dua produk PT. GO-JEK Indonesia ini. Menurut Dara, GO-JEK memiliki tiga lini utama dalam bisnisnya, yakni pengiriman, logistik, dan transportasi. Sedangkan GO-LIFE lebih condong pada gaya hidup yang menyediakan jasa selain tiga lini bisnis yang ada di GO-JEK.

“Apa yang menjembatani kedua ini? Payment dan loyalty. GO-LIFE dan GO-JEK akan memiliki payment product yang sama yaitu GO-PAY dan GO-POINTS,” kata Dara.

Layanan GO-PAY | Ilustrasi

Selain beda lini bisnis, GO-LIFE dan GO-JEK juga memiliki perbedaan terkait cara pemesanan. Jika layanan GO-JEK berdasarkan permintaan pada saat itu juga, layanan di GO-LIFE bisa dipesan beberapa hari sebelumnya. “GO-JEK on demand, GO-LIFE bisa schedule booking. (Misal) saya ingin ada acara dua hari lagi, bisa (melakukan) schedule. Beda kebutuhan,” ucapnya.

Selain memaparkan perbedaan antara GO-JEK dan GO-LIFE, Dara juga menjelaskan tarif yang dipatok untuk beberapa layanan di GO-LIFE yakni mulai dari Rp25.000 hingga Rp55.000. Setiap layanan ada yang dihitung per jam atau per sesi. “Pijat dan cleaning pasti per jam. Manicure pedicure, potong rambut, GO-GLAM, dan GO-AUTO per sesi,” ujarnya.

GO-MASSAGE | Image 1Pemesanan tumbuh agresif

Dari beberapa layanan yang disediakan GO-LIFE, Dara tak bisa menyebutkan layanan mana yang paling banyak menerima pesanan. Menurutnya setiap layanan memiliki karakteristik dan kebutuhan yang berbeda.

Dara mencontohkan seorang pengguna mungkin hanya beberapa minggu sekali memesan layanan GO-MASSAGE, namun layanan pijat disukai oleh banyak orang. Sedangkan seorang pengguna layanan GO-CLEAN mungkin bisa memesannya setiap hari karena kegiatan bersih-bersih biasa dilakukan setiap hari.

Meski menyebut pemesanan tumbuh agresif, Dara enggan menyebut jumlah pesanan dalam angka. Ia hanya mengatakan jumlah unduhan aplikasi GO-LIFE sudah mencapai puluhan ribu hanya dalam waktu beberapa hari. “Setelah dipisahkan, kita hitung unduhannya dalam waktu lima hari sudah puluhan ribu,” ujarnya.

The post Alasan di Balik Pemisahan Layanan GO-LIFE dari Aplikasi GO-JEK appeared first on Informasi Update Teknologi.

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here