Air Sungai Naik

0
48

SOLO – Hujan yang mengguyur Solo Raya sejak Selasa (27/9) malam hingga Rabu (28/9) pagi, membuat ketinggian permukaan sungai-sungai di Solo naik.

Pantauan permukaan Bengawan Solo di Pos Pantau Jurug, sekitar pukul 08.30, ketinggian air mencapai 83,76 meter di atas permukaan laut (mdpl). Jika dihitung dari dasar sungai, ketinggian air mencapai 7,5 meter. Ketinggian air sudah mencapai level siaga kuning. Ahmad Syam, staf Jasa Tirta I yang memantau perkembangan di Pos Pantau Jurug mengatakan, ketinggian air Bengawan Solo mulai naik sejak pukul 03.00 dinihari. ”Ketinggian air masih bisa naik terus, kalau kiriman air dari anak-anak sungai juga besar. Kondisi saat ini sudah agak membahayakan,” katanya.

Ketua Solo Rescue Dian Kurniadi yang juga memantau ketinggian air di Jurug mengatakan, ada empat anak sungai yang cukup berpengaruh terhadap ketinggian air Bengawan Solo. Yakni Sungai Jelantah dan Sungai Walikan dari Karanganyar, serta Sungai Dengkeng dan Sungai Brambang dari Klaten. ”Kalau kiriman air dari waduk (Waduk Gajahmungkur, Wonogiri) tidak terlalu tinggi pengaruhnya,” katanya.

Dari pemantauan yang dilakukan sejak Rabu (28/9) pukul 00.00, ketinggian air Bengawan Solo rata-rata naik 30 cm per jam, dengan kondisi hujan turun tidak terlalu deras tapi konstan. Sementara itu, Taman Cerdas Gandekan di Kelurahan Gandekan, Kecamatan Jebres tergenang air akibat luapan Kali Buntung, yang berada persis di belakang taman bermain dan belajar itu. Jalan kampung di sekitar taman juga digenangi air setinggi 25-an cm. Ani Susanti, pengelola Taman Cerdas Gandekan menuturkan, air masuk ke halaman taman sekitar pukul 08.00. ”Semalam waktu hujan malah aman. Justru tadi pagi, hujan sudah berhenti, tapi air masuk karena sungai meluap,” katanya.

Meski air tidak sampai masuk ke ruang IT dan perpustakaan, namun pengelola sudah mengevakuasi seluruh barang elektronik dan buku-buku ke tempat yang aman, agar tidak terkena air.

Langganan Banjir

Taman Cerdas Gandekan, menurutnya, langganan terkena banjir. Selain letaknya tidak jauh dari Kali Pepe, serta Kali Buntung yang persis berada di belakang bangunan, kondisi tanah tempat berdirinya taman juga berada di daerah cekungan. ”Jadi kalau banjir, taman ini pasti kena. Sudah langganan kebanjiran,” jelasnya, sembari mengatakan operasional taman tersebut sementara diliburkan, sampai situasi kembali kondusif. Sartoto, warga setempat mengatakan, ada beberapa rumah yang terkena dampak luapan Kali Buntung. ”Sekitar 14 rumah yang kena luapan air.

Kalau jalan kampung ketinggianya 25 sampai 30-an cm, 14 rumah ini kena.” Koordinator perawatan dan pengoperasian pompa air Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo, Purwoko menerangkan, pompa-pompa air di pintu air Joyontakan, Pucangsawit, Demangan dan Langenharjo sudah dinyalakan sejak Rabu pagi.

Hal itu dilakukan mengingat seluruh pintu air yang menghubungkan Bengawan Solo dan anak sungainya telah ditutup, guna menghindari banjir di dalam kota. Adapun Wakil Wali Kota (Wawali) Surakarta Achmad Purnomo meminta warga yang mendiami kawasan rawan bencana banjir untuk meningkatkan kewaspadaan.

Semua pihak terkait penanganan bencana juga diminta untuk terus berkoordinasi. ”Tim tanggap bencana telah disiagakan selama 24 jam di daerah rawan. Termasuk memantau setiap saat ketinggian air sungai Bengawan Solo maupun anak sungainya. Saat ini cuaca memang tidak menentu, mudah-mudahan saja hujan tidak sampai menimbulkan banjir,” terang dia. (H44, H73-50)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here