Ada Kebun Kereta di Balai Yasa Jogja

by
EVP Balai Yasa Yogyakarta Eko Purwanto menunjukkan lokasi kebun kereta yang berisi lokomotif dan gerbong-gerbong tua yang sudah tidak terpakai di Balai Yasa Jogja. (kecirit.com/Gading Persada)

EVP Balai Yasa Yogyakarta Eko Purwanto menunjukkan lokasi kebun kereta yang berisi lokomotif dan gerbong-gerbong tua yang sudah tidak terpakai di Balai Yasa Jogja. (kecirit.com/Gading Persada)

YOGYAKARTA,kecirit.com – Persepsi orang kebanyakan terhadap kebun pastilah banyak ditemukan tanaman-tanaman yang sedap dipandang. Namun, di bengkel kereta api Balai Yasa kebun yang dimaksud hanyalah lahan kosong berisi sejumlah kereta, seperti lokomotif dan gerbong yang sudah tidak terpakai karena berusia tua.

“Ada sekitar sepuluh lokomotif kami simpan di kebun ini. Kebun kereta sebenarnya hanya istilah. Kebetulan banyak lokomotif berusia tua dan tak bisa diperbaiki lagi, sehingga diunspoor kan atau dipihdakan di luar rel agar rel dapat digunakan untuk sehari-hari,” papar Executive Vice President Balai Yasa Jogja Eko Purwanto, Kamis (29/9).

Selain dari sisi usia yang rata-rata sudah lebih dari 50 tahun, lokomotif yang ada di kebun itu rata-rata menggunakan sistem hidraulik. Padahal sistem generasi kedua di perkeratapian di Indonesia itu sudah tidak dipakai lagi.

“Sistem itu merupakan generasi kedua kereta api di Tanah Air setelah sistem uap. Sistem ini sudah tidak memenuhi kebutuhan angkutan penumpang,” tuturnya.

Saat ini, jelas Eko, hampir sebagian besar kereta api menggunakan sistem elektronik dan elektrik. Daya tarik lokomotifnya pun tak sekuat sistem elektrik dimana mampu menarik 12 gerbong sekali angkut dibanding sistem hidraulik yang hanya sanggup enam gerbong.

(Gading Persada/ CN33/ SM Network)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *