Ada “Bom Bunuh Diri” di Alun-alun Utara Jogja

by
PASUKAN HURU-HARA: Pasukan huru-hara (PHH) Polresta Yogyakarta menghalau sekelompok massa saat simulasi sistem pengamanan kota (sispamkota) jelang Pemilukada di Alun-Alun Utara Kota Jogja, Jumat (21/10). (kecirit.com/Gading Persada)

PASUKAN HURU-HARA: Pasukan huru-hara (PHH) Polresta Yogyakarta menghalau sekelompok massa saat simulasi sistem pengamanan kota (sispamkota) jelang Pemilukada di Alun-Alun Utara Kota Jogja, Jumat (21/10). (kecirit.com/Gading Persada)

YOGYAKARTA, kecirit.com – Sebuah bom bunuh diri meledak di Alun-Alun Utara Jogja, pagi tadi tidak jauh dari Kantor KPU Kota Jogja. Seorang pelaku tergelatak di tengah jalan. Setelah itu dengan sigap tim buser Polresta Jogja langsung bergerak ke lokasi dan berhasil melumpuhkan pelaku lainnya yang membawa tas ransel diduga berisi bom.

Ledakan yang sempat membuat kaget warga di sekitar Alun-Alun Utara sejatinya hanyalah sebuah bentuk simulasi pengamanan kota (sispamkota) yang dilakukan Polresta Jogja untuk persiapan Pemilu Kepala Daerah (Pilkada) 2017 mendatang. Pada sispamkota yang diikuti seribuan personel polisi dibantu berbagai unsur lainnya memang dibuat untuk menggambarkan bagaimana kecepatan pihak kepolisian dalam melakukan pengamanan tahapan pilkada. Mulai dari masa pendaftaran calon hingga pelantikan walikota dan wakil wali kota terpilih. Dalam simulasi tersebut juga melibatkan sejumlah kendaraan taktis militer Polri seperti Baracuda dan Water Cannon.

“Untuk sispamkota ini kami turunkan 1.500 perosnel dari berbagai kesatuan di Polresta dengan dibackup Brimob dan Polda DIY,” papar Kepala Bagian Operasional (Kabag Ops) Polresta Jogja Kompol Sigit Haryadi, Jumat (21/10).

Menurut Sigit, ke depannya ketika tahapan pemilukada sudah dimulai maka penerjunan personel sispamkota dilakukan mengikuti tatakelola pelaksanaan Pilkada. “Jadi tidak secara langsung semua diturunkan,” imbuh dia.

Sementara itu Kapolresta Jogja Kombes Pol Tommy Wibisono mengungkapkan simulasi sispamkota dilakukan untuk mengetahui sejauh mana kesiapan personel menjelang pemilukada Kota Jogja. Menurutnya dalam tahapan pemilukada ada beberapa hal yang perlu diwaspadai seperti pertikaian
antarpendukung atau adanya black campaign yang dilakukan massa pendukung calon. “Kami juga mencermati pelaksanaan pilkada di Jogja sebelumnya, dipelajari titik titik kerawananannya seperti apa,” sambung Kapolresta.

Lebih lanjut Kapolresta juga menekankan prinsip empat hal kepada anak buahnya dalam pengamanan pemilukada. Seperti penyiapan mental dan fisik yang dilandasi komitmen moral harus dimiliki setiap personel. Lalu pemetaan kerawanan di setiap tahapan pilkada, meningkatkan hubungan dan komunikasi diantara elemen-eleman pilkada serta meningkatkan kewaspadaan ancaman terorisme dengan memanfaatkan tahapan pilkada.

“Penanganan tindak pidana pemilu akan dioptimalkan peran serta melalui Gakkumdu,” tambahnya.

Pada simulasi sispamkota itu juga dihadiri Wali Kota Jogja yang juga sebagai salah satu bakal calon wali kota, Haryadi Suyuti. Kemudian bakal  calon wakil wali kota Achmad Fadli serta dari KPU dan Panwaslu Kota Jogja. (Gading Persada/CN38/SM Network)