82 KK Terdampak Pengembangan Lanud Wirasaba

by
MENDARAT: Gubernur Jateng Ganjar Pranowo disambut Bupati Purbalingga Tasdi yang mendarat di Lanud Wirasaba, Jumat (28/10). Lanud Wirasaba akan dikembangkan menjadi bandara komersil. (Foto: kecirit.com/Ryan Rachman)

MENDARAT: Gubernur Jateng Ganjar Pranowo disambut Bupati Purbalingga Tasdi yang mendarat di Lanud Wirasaba, Jumat (28/10). Lanud Wirasaba akan dikembangkan menjadi bandara komersil. (Foto: kecirit.com/Ryan Rachman)

PURBALINGGA, kecirit.com – Sebanyak 82 kepala keluarga (KK) di Desa Kemangkon, Kecamatan Kemangkon seta di Desa Tidu dan Wirasaba, Kecamatan Bukateja terdampak proyek pengembangan Pangkalan Udara (Lanud) Wirasaba menjadi bandara komersil.

Untuk di Desa Kemangkon, terdapat 61 rumah yang terdampak untuk perluasan landasan pacu bandara. Tidak hanya rumah, juga tanah, pohon dan bangunan lainnya. Adapun tanah warga yang dibebaskan seluas 4,2 hektare.

“Sekarang masih dalam tahap pengukuran. Alhamdulillah, tidak ada penolakan dari warga. Mereka menerima tanahnya diganti untung untuk keperluan pembangunan bandara. Sebelumnya, berkali-kali kami melakukan sosialisasi dan pemahaman pada warga tentang pembangunan bandara ini,” kata Camat Kemangkon, Raharjo Minulyo, Jumat (28/10).

Pengukuran tanah tersebut dilakukan oleh Satgas berasal dari Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dinhubkominfo), Badan Pertanahan Nasional (BPN), Bagian Tata Pemerintahan (Tapem) Setda Kabupaten Purbalingga, Dinas Pertanian Perkebunan dan Kehutanan (Dintanbunhut) dan Lanud Wirasaba. Pemkab sendiri menganggarkan Rp 15 miliar untuk pembebasan lahan seluas 4,2 hektare.

Sementara itu di Desa Tidu dan Wirasaba, Kecamatan Bukateja, sedikitnya 21 KK terdampak untuk peningkatan akses jalan menuju bandara. Jalan yang sudah ada dari Tidu ke Wirasaba sepanjang sekitar 720 meter. Untuk pelebaran jalan menjadi 16 meter dibutuhkan lahan sedikitnya 1,152 hektare.

“Masyarakat juga tidak ada gejolak dengan adanya pembebasan lahan dalam rangka peningkatan akses jalan menuju bandara,” kata Camat Bukateja, Imam Sujono.

Untuk diketahui, saat ini pemkab tengah melakukan pengukuran terhadap lahan terdampak pengembangan Lanud Wirasaba terutama untuk menambah landasan pacu. Kepala Dinhubkominfo Kabupaten Purbalingga, Yonathan Eko Nugroho menambahkan, selain itu dilakukan pengumpulan data administrasi berupa SPPT, sertifikat tanah, KTP, KK dan Letter C yang didahului dengan sosialisasi pengumpulan data untuk warga terdampak pada awal bulan ini.

“Pada tahap pengukuran lahan sekaligus dilakukan verifikasi luasan lahan untuk selanjutnya diterbitkan peta bidang oleh BPN sebagai dasar perhitungan oleh appraisal pada saat menentukan besaran ganti untung yang akan diterima oleh warga terdampak dari Pemkab Purbalingga,” terangnya.

Pengembangan Lanud Wirasaba menjadi bandara komersial rencanannya akan mulai operasional pada 2019. Pemkab Purbalingga harus menyediakan lahan untuk pembuatan landasan pacu yang bisa didarati pesawat komersial.

(Ryan Rachman/CN19/RED_KECIRIT NEWS UPDATE)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *