800 Pohon Endemik Ditanam di Lereng Gunung Merbabu

0
48
TANAM POHON: Ratusan relawan dan aktivis melakukan penanaman pohon endemik di kawasan Taman Nasional Gunung Merbabu (TNGMb) untuk meningkatkan fungsi hutan Gunung Merbabu sebagai kawasan resapan air. (kecirit.com/MH Habib Shaleh)

TANAM POHON: Ratusan relawan dan aktivis melakukan penanaman pohon endemik di kawasan Taman Nasional Gunung Merbabu (TNGMb) untuk meningkatkan fungsi hutan Gunung Merbabu sebagai kawasan resapan air. (kecirit.com/MH Habib Shaleh)

SAWANGAN, suramerdeka.com – Sebanyak 800 pohon endemik di tanam lereng Gunung Merbabu, tepatnya di kawasan Taman Nasional Gunung Merbabu (TNGMb) pinggir atas Dusun Suwanting, Desa Banyuroto, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang.

Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kecamatan Sawangan H Bambang Santoso,SH mengatakan jenis tanaman pohon yang ditanam antara lain beringin, gayam, aren, salam, gemitri, dan pule. Jenis pohon tersebut sengaja dipilih karena memiliki karakter penahan dan penyimpan mata air. “Kami juga menanam pohon buah. Total yang kami tanam 800 pohon, memang tidak banyak karena kami mengutamakan penanaman secara berkualitas sehingga probabilitas hidup tumbuh besar pohon lebih tinggi, satu orang satu pohon,” kata Bambang seusai penanaman.

Menurut Bambang wilayah Sawangan meliputi dataran tinggi yang berfungsi menyimpan dan mensuplai oksigen dan air sehingga perlu dilakukan penanaman pohon. “Masyarakat Sawangan memiliki potensi untuk menginternalisasikan ajaran agama dalam menciptakan kesalehan individual menuju kesalehan sosial kemasyarakatan dan kepada alam,” kata dia.

Karena itu, FKUB melibatkan aktifis muda, tokoh masyarakat, tokoh agama dan ormas keagamaan. Mereka diharapkan bisa bergerak bersama sesuai dengan kapasitas dan ruang lingkupnya. “Peran agama-agama belum maksimal dalam mensyiarkan pentingnya kesadaran dan pelaksanaan melestarikan alam hayati sebagai ibadah. Kami mengajak semua elemen masyarakat untuk kembul bareng menanam pohon penghijauan,” kata dia.

Camat Sawangan Drs Argo Budiono, MM memberikan apresiasi atas kepedulian FKUB terhadap kelestarian alam. Ia menilai keseimbangan ekosistem, baik kawasan hutan lindung maupun di luar kawasan, harus dijaga. Kegiatan FKUB Kecamatan Sawangan diharapkan menjadi percontohan bagi daerah lain untuk mewujudkan tata kerukunan hidup beragama yang komunikatif, kondusif dan memiliki nilai edukatif yang berkelanjutan.

Koordinator Penanaman Atok Rahman Hakim mengatakan kegiatan diikuti Muspika Sawangan, FMMH, BTNGMb, TAGAR, Ketep Pass, Paguyuban Kades, LPP, Pelajar SMK Muh, Gereja Wonokerto, Ansor-Banser Sawangan, IPNU, KOKAM Sawangan, Kappala Suwanting, Pemuda Katholik, Pemuda Kristen, SMA Ma’arif, MTs Ma’arif, dan Bintang Secang. Selain itu, kata Atok, para santri Gontor-Al-Ikhlash-Attauhid AL-Islamy, OPRB Wonolelo, Empat Sekawan, GJC Banyuroto, DKR Pramuka, PKK Sawangan, PLKB, KOPPHI,MIM Sawangan, Remaja Gantang dan masyarakat sekitar dusun Suwanting. “Kurang lebih 700 aktivis dan relawan berpartisipasi,” kata Atok. (MH Habib Shaleh/CN38/SM Network)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here