6 Fakta ‘Turah’, Film Berbahasa Tegal yang Masuk Seleksi Oscar 2018 tapi Sepi di Negeri Sendiri

by
6 Fakta ‘Turah’, Film Berbahasa Tegal yang Masuk Seleksi Oscar 2018 tapi Sepi di Negeri Sendiri

Tepat di hari Selasa 19 September 2019 lalu, Komite Seleksi Persatuan Perusahaan Film Indonesia (PPFI) mengumumkan film Turah resmi diikutkan  pada seleksi Oscar tahun 2018. Film yang telah diputar serentak di bioskop pada 16 Agustus 2017 lalu itu menyisihkan 130 judul film sejenis. INFO MENARIK

Akan diikutkan pada nomine kategori Best Foreign Language Film, Turah berkisah tentang problematika warga Kampung Tirang, Tegal Jawa Tengah yang terisolasi bertahun-tahun. Meski pada akhirnya akan bersaing dengan ratusan film dari negara lain di Oscar, Turah ini awalnya tak begitu diminati masyarakat. Berikut ini fakta lain tentang film ‘Turah’ yang tak banyak diketahui orang. BERITA UNIK

Film ‘Turah’ Dinilai Paling Sesuai Mewakili Tanah Air di Ajang Oscar. TIPS KESEHARIAN



Dipilih dari 130 judul yang masuk untuk mewakili Indonesia di ajang Oscar, Turah dinilai paling sesuai untuk penghargaan bergengsi ini. Christine Hakim selaku ketua Komite Seleksi menyatakan tidak membocorkan film-film lain yang menjadi kandidat kuat sebelum diputuskannya ‘Turah’ sebagai perwakilan Indonesia. Hal ini dilakukan agar tidak terjadi kesalahpahaman tentang film mana yang lebih baik. Perempuan 60 tahun tersebut juga menyatakan dengan tegas bahwa Turah yang telah mengantongi beberapa penghargaan itu sebagai yang paling sesuai dengan kriteria kategori Foreign Language Film di ajang Oscar.

Animo Penonton Indonesia Rendah



Mungkin kamu berpikir film ini booming pemutarannya di bioskop Indonesia sehingga terpilih mewakili Indonesia di ajang bergengsi. Namun kenyataannya, film ini justru hanya mendapat total 16 layra untuk seluruh Indonesia. Jangka pemutarannya pun hanya sampai dua pekan saja di bioskop tanah air. Sang sutradara, Wicaksono Wisnu Legowo pun tak pernah menyangka dengan pencapaian seperti itu ternyata Turah mendapat apresiasi seperti ini.

Kesederhanaan Terpancar dalam Film Turah



Menurut Christine Hakim, film Turah memiliki kekuatan di aspek kejujuran dan kesederhanaannya. Kejujuran dan kesederhanaan ini dipancarkan dari segi tematik dan segi penggerjaannya. Selain itu, Christine juga melihat Turah dibuat tanpa menjual kemiskinan untuk menarik simpati. Film ini dinilai mengangkat cerminan hidup manusia jaman sekarang yang diwakili kisah problematika warga Kampung Tirang, Tegal, Jawa Tengah.

Digarap dengan Apik Dan Konseptual



Selain Christine, ada 12 orang lain yang menjadi anggota Komite Seleksi PPFI salah satunya aktor senior Mathias Muchus. Lelaki yang sudah melalang buana di industri perfilman ini menilai film Turah secara teknis digarap dengan apik dan terkonsep. Mulai dari struktur penceritaan, penyutradaraan, hingga penggarapan pemainnya terkonsep dengan sangat baik. “Jadi film ini secara konten dan gambar, itu nge-blend, dia kawin, sangat kuat, kata Mathias.

Prestasi Yang Telah Diraih Film Turah



Film layar lebar yang diproduseri Ifan Isfansyah itu sebelumnya telah memenangi tiga kategori dalam Jogja-Netpac Asian Film Festival. Selain itu, film ini juga pernah diputar dalam Singapore International Film Festival untuk kategori Asian Feature Film Special Mention.

Butuh Dua Tahun Untuk Memutuskan Menggarap Film Turah



Skenario film Turah telah dibuat oleh sang sutradara Wicaksona Wisnu Legowo di tahun 2014. Sayangnya, produser alis Ifa tak kunjung menyetujui penggarapan film tersebut. Alasannya, Ifa meragukan Wisnu. Keraguan Ifa mulai luntur setelah bekerja sama dalam beberapa proyek film dengan Wisnu. Baru di tahun 2016, Ifa meminta Wisnu segera memproduksi film yang kini ramai dibicarakan itu.

Keberhasilan film Turah bisa dibilang buah kesabaran Wisnu. Sebab sejak ditulis 2014, butuh 2 tahun untuk menunggunya diproduksi. Pun setelah diproduksi, film itu ternyata tak banyak diminati masyarakat. Namun akhirnya, Wisnu bisa berbangga hati dengan pencapaian film Turah saat ini. Usaha terus menerus tanpa henti memang selalu membawa hasil yang manis, meski tentu sebelumnya kita harus mencecap pahit. Setuju kan guys?