5 Pesepakbola Indonesia yang Mampu Mengeruk Banyak Uang Setelah Gantung Sepatu

by
5 Pesepakbola Indonesia yang Mampu Mengeruk Banyak Uang Setelah Gantung Sepatu

Sebagai pesepakbola umur menjadi penghalang untuk mereka tetap eksis di olahraga ini. Kedatangan bakat baru jagat sepak bola setiap tahunnya, juga dapat menjadikan karir mereka tidak panjang. Mereka yang tidak pandai-pandai menabung atau mempersiapkan diri pasti akan kesusahan di saat berhenti bermain bola. Seperti kisah Alex Pulalo yang harus mengikuti acara uang kaget untuk mencari uang. TIPS KESEHARIAN

Bagi pemain yang sudah ada persiapan tentu akan terhindar dari hal-hal tersebut. Kebanyakan dari pemain yang gantung sepatu tersebut, memilih jalan untuk menjadi pelatih atau berwirausaha. Ketenaran nama masa lampau mampu untuk menunjang dirinya berkarir di luar lapangan. Ditambah usaha dan tabungan biasanya mampu menunjang hidupnya setelah gantung sepatu. Lalu siapakah pemain sepak bola sukses setelah pensiun? Simak ulasannya berikut.  BERITA UNIK

Mutiara Papua ini sukses menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat

Bakat sepak bola pemain asal Papua memang tidak dapat diragukan. Banyak dari mereka mampu untuk berprestasi dalam sepak bola. Termasuk Jack Komboy ini, pemain yang berposisi sebagai pemain belakang pada tahun 2005 sukses membawa tim Persipura juara di liga Indonesia. Tidak hanya itu dirinya juga langganan masuk timnas Indonesia.  BERITA UNIK



Kesuksesan di dalam lapangan tersebut juga menular setelah dirinya memutuskan gantung sepatu tahun 2007. Pasalnya setelah menganggur dua tahun dirinya sukses masuk parlemen dan menjadi anggota DPRD. Berangkat dari partai Hanura dirinya sukses menjadi pemegang amanat rakyat pada priode 2009.

Penjaga Gawang asal Palembang yang sukses berwirausaha

Sebagai mantan penjaga gawang timnas dan Sriwijaya FC, sosok Ferry Rotinsulu tentu sangat lekat ditelinga kita. Pemain asli Palembang ini merupakan penjaga gawang hebat dengan segudang prestasi. Dari gelar untuk klub sampai individual pernah didapatkan. Cedera yang dialaminya membuat Ferry harus menutup karir sepak bola pada tahun 2016.



Menutup karir sebagai pemain sepak bola membuat mantan kapten Sriwijaya ini terjun di dunia bisnis. Dengan bermodalkan sisa uang tabungan dan bantuan sahabat dirinya mantap untuk membuka usaha, dari mulai bengkel untuk mobil mobil sampai yang terbaru adalah warung makan yang diberi nama Golazo. Kesuksesan Ferry merupakan portet kecil dari kemampuannya dalam mengelola uang.

Aji Santoso timnas yang tukangi tim nasional Indonesia dirikan ASB internasional

Aji Santoso merupakan salah satu pemain terbaik yang pernah dimiliki timnas. Pemain yang berposisi sebagai defender ini memiliki kemampuan hebat untuk bertahan atau menyerang. Bahkan saking hebat sering diangkat sebagai kapten di tim yang dibelanya. Kehebatan pemain ini harus berhenti pada tahun 2002, usia dan fisiknya menurun adalah penyebabnya.



Memiliki nama besar membuat karir di luar lapangannya tidak sulit. Pada tahun 2007 Aji santoso memulai karir kepelatihan dengan menahkodai Persik Kediri, lalu berlanjut ke beberapa tim tanah air. Kesuksesan tim membuatnya di panggil untuk melatih timnas dan pada tahun 2013 ikut mendirikan akademi sepak bola bertaraf internasional Asifa.

Korban pengaturan skor yang menjadi pemilik gelangang olahraga

Pengaturan skor merupakan momok yang sangat mematikan. Dapat membuat sebuah tim atau pemain yang terlibat harus mengahkiri karirnya. Begitu juga yang dialami Mursyid Effendi yang harus gantung sepatu pada 2004 disebabkan masalah ini. Saat itu dirinya dikambing hitam kan karena melakukan goal bunuh diri pada ajang AFF 1998.



Kenangan buruk yang harus menutup karir sepak bola dan mendapat hukuman. Namun, rejeki mantan pemain Persebaya ini tidak sesuram karirnya. Setelah gantung sepatu Mursyid survive dengan melatih SSB, Pon Jatim dan pada akhirnya terjun dalam dunia bisnis membuka GOR (Gelanggang Olahraga). Dengan tempat tersebut dirinya selalu mendapatkan pemasukan hingga jutaan setiap bulannya.

Mantan pemain Persija sukses jadi presenter bola

Talenta pemain sepak bola Indonesia memang tidak dapat diragukan lagi. Dari berbagai penjuru bermunculan bakat yang siap menjadi pemain sepak bola. Nama, Vennard Hutabarat merupakan salah satu bakat sepak bola negara kita. Berposisi sebagai pemain penyerang, pria asal Sumatra ini memiliki skill hebat dalam mengolah bola. Dirinya mulai karir sepak bola pada tahun 2002 bergabung dengan Persija.



Bakat hebatnya harus berhenti tatkala dirinya memutuskan menggeluti futsal pada tahun 2005. Pada dunia barunya Vennard mampu membawa timnas futsal berprestasi dan tidak hanya itu dirinya juga merambah pada dunia pelatih. Tidak hanya itu, Vennard juga sukses menjadi presenter bola dengan kemampuan analisis serta hebat saat memandu jalanya pertandingan. Kisah ini tentu menambah deretan pesepakbola yang tetap mampu sukses saat pensiun.

Keberhasilan para pemain sepak bola setelah pensiun disebabkan oleh persiapan sebelum pensiun. Mereka yang melakukan hal tersebut sadar bahwa tidak ada yang kekal dalam olahraga ini. kisah-kisah tadi dapat menjadi inspirasi untuk para pemain zaman sekarang untuk mampu mengelola uang dan senantiasa memikirkan karir ke depan. Karena apabila hal ini diabaikan nasib buruk saat gantung sepatu sudah siap menunggunya.