5 Kisah Miris Seorang Ibu yang Tega ‘Menjual’ Anak Demi Nafsu

by
5 Kisah Miris Seorang Ibu yang Tega ‘Menjual’ Anak Demi Nafsu

Tidak ada seorang ibu yang tidak menyayangi anaknya. Senakal apapun buah hatinya pasti akan selalu dimaafkan. Tetapi terkadang ada beberapa hal yang membuat ia tega melakukan hal di luar nalar kepada sang anak. INFO SPECIAL

Misalnya saja peristiwa menjual putra putrinya. Dan mirisnya itu dilakukan karena ingin memenuhi kebutuhan pribadi. Entahlah apa yang difikirkan oleh mereka sehingga tega untuk menjual darah dagingnya sendiri BERITA UNIK

1. Tega menjual anaknya untuk membeli sabu

Tega banget ibu satu ini yang jual anak demi barang haram. Kasus yang terjadi di Palembang ini berawal dari Junaidi yang melaporkan ke polisi bahwa istrinya yang bernama Fatimah dan anaknya Azimie Aura menghilang dari rumah. Dan lelaki berusia 44 tahun itu menduga jika Fatimah membawa sang putri untuk dijual ke orang lain. Pada tanggal 6 Januari 2018, wanita berusia 38 tahun itu ditemukan sendirian tanpa anaknya. TIPS KESEHARIAN



 Kemudian setelah diselidiki lebih lanjut, akhirnya Fatimah mengaku kalau ia telah menjual bayinya seharga Rp 20 juta kepada Masia yang dikabarkan adalah kenalannya yang tak mempunyai anak. Usut punya usut, ternyata bayi tersebut dijual karena Fatimah ingin membeli sabu untuk memenuhi hasrat ketergantungannya.

2. Ingin anak diadopsi, malah ditipu oknum penjualan bayi di facebook

Intan Ratna sebenarnya ingin merencanakan anak keduanya ini untuk diadopsi oleh orang yang bertanggung jawab tetapi harus ada imbalannya. Itu semua dilakukan karena ia ingin buah hatinya diasuh oleh orang yang berkecukupan dan uang hasil adopsi digunakan untuk modalnya bekerja di Kalimantan. Atas dasar faktor itu Intan mencari-cari informasi adopsi bayi lewat facebook. Bukannya mendapat orang tua asuh yang benar, ia malah ditipu oleh makelar penjualan bayi.



 Dengan kesepakatan harga Rp 5 juta, akhirnya sang anak diserahkan kepada Nofita si perantara perdagangan bayi. Karena orangtua Intan curiga dengan Nofita, mereka langsung melaporkan kejadian ini ke polisi. Beberapa hari kemudian, sang pelaku tertangkap di rumahnya dan bayi mungil itu diserahkan ke orangtua Intan. Kalau mau adopsi, cari orangtua asuh yang benar bu jangan lewat sosial media..

3. Hanya karena uang, seorang ibu tega menjual anak ke pria hidung belang

Keji banget ibu satu ini, jual anaknya sendiri ke lelaki yang nggak jelas.. Seorang ibu yang seharusnya melindungi anaknya malah tega memberikan putrinya untuk melayani para pria hidung belang. Peristiwa ini terjadi di Samarinda yang dilakukan oleh seorang ibu rumah tangga. Tak disangka, anak perempuannya ini yang berinisal TK masih berusia 12 tahun yang ternyata sudah menjadi PSK selama 12 bulan. Tidak hanya itu, ibunda juga menjual kakak TK.



Kejadian ini langsung dilaporkan oleh paman korban yang kasihan terhadap nasib keponakannya. Hanya karena uang, sang ibu gelap mata dan sampai hati menyerahkan anak-anaknya pada pria yang tak jelas. Dan akhirnya TK langsung dititipkan ke panti asuhan untuk menjalani pemulihan psikis.

4. Tergabung menjadi sindikat penjual anak, ibu ini ikut-ikutan menjual anaknya sendiri

Di Kota Simalungun, Sumatera Utara ternyata ada sindikat penjualan anak yang telah memakan banyak korban. Agar tidak diketahui oleh oknum kepolisian, mereka menggunakan kedok rumah bersalin. Salah satu pelaku penjualan bayi akhirnya tertangkap oleh polisi. Ia mengaku ternyata telah menjual tiga anaknya.



Ini semua dilakukan karena kebutuhan ekonomi dan kegagalan rumah tangga sehingga tak ada lagi yang mencari uang. Wanita tersebut mengatakan bahwa terakhir menjual anak balitanya dengan harga Rp 300 ribu. Nggak habis pikir sama ibu yang satu ini, semua anaknya dijual buat masalah ekonomi..

5. Dililit hutang, ibu ini memaksa anaknya berhubungan intim dengan pemilik karaoke

Seorang ibu di Kuala Lumpur, Malaysia menjual anak kandungnya kepada pemilik karaoke hanya karena ingin melunasi hutangnya. Dengan iming-iming 1000 ringgit atau senilai denngan Rp 3 juta, akhirnya sang ibu memaksa sang anak untuk berhubungan badan dengan juragan karaoke tersebut.



Anak yang berusia 14 tahun tersebut mengaku bila ia juga dipaksa berhubungan badan dengan teman pemilik karaoke itu. Dan akhirnya Kepala Desa membawa anak malang itu ke kepolisian untuk melaporkan semuanya. Alhasil sang ibu dan pria juragan karaoke tersebut ditangkap oleh pihak yang berwajib. Duh, miris banget kejadian ini, semoga sang anak dapat menghilangkan traumanya dengan cepat..

Menjadi seorang ibu memang berat tanggung jawabnya. Belum lagi jika ia terkena dampak dari masalah ekonomi. Tetapi sebenarnya setiap persoalan bisa diselesaikan dengan kepala dingin dan tak terburu-buru. Jangan sampai menjual anak menjadi jalan keluar. Sebagai ibu harus bijaksana dalam menyikapi apapun dan tentunya melindungi sang anak.