5 Fakta Mobil Pedesaan Buatan Indonesia yang Membuat Negara Lain Antri Pingin Beli

by
5 Fakta Mobil Pedesaan Buatan Indonesia yang Membuat Negara Lain Antri Pingin Beli

Di tengah-tengah gempuran produsen otomotif asing, Industri mobil Indonesia secara perlahan mulai bangkit dengan meluncurkan kendaraan buatan dalam negeri. Produk otomotif yang disebut mobil pedesaan tersebut, rencana akan ditujukan kepada para petani untuk mengangkut peralatan pertanian dan hasil panen. TIPS KESEHARIAN

Saat ini, kendaraan tersebut telah diproduksi oleh CV. Karya Hidup Sentosa di Yogyakarta dan PT. Astra Otoparts Tbk. Selain akan diproduksi massal, kehadiran mobil ini kabarnya telah diminati oleh Malaysia. Selain desain gahar yang mirip kendaraan militer, simak fakta seputar soal si mobil pedesaan dibawah ini. INFO SPECIAL

Mobil Wintor yang dilengkapi dengan spesifikasi mumpuni

Sejak diluncurkan pada Agustus 2017, mobil pedesaan yang bernama Wintor tersebut, sukses merebut perhatian. Diproduksi oleh PT. Velasto Indonesia, mobil dengan desain mirip jeep militer ini, sangat cocok digunakan di wilayah pedesaan. Selain untuk mengangkut hasil kebun, mobil ini juga bisa untuk mengangkut penumpang. BERITA UNIK



Wintor yang telah ada saat ini, dibekali dengan mesin diesel yang berkapasitas 10 tenaga kuda (horse power), Wintor mampu melibas jalan di perkebunan dengan cepat. Selain daya angkut mencapai 500 kg, mesin mobil ini tergolong irit dengan konsumsi bahan bakar hanya 0,5 liter per jam. Desain ban belakang mirip tank dimaksudkan agar ia bisa lebih fleksibel ketika melewati medan-medan lumpur dan semacamnya.

Harga mobil yang terjangkau

Dirancang secara khusus untuk melibas medan terjal di kawasan perkebunan, mobil pedesaan ini dikabarkan telah digunakan disejumlah tempat di Indonesia. Salah satunya di wilayah perkebunan Sumatera.



Mobil yang sepenuhnya dirancang oleh Insinyur asal Indonesia tersebut, rencanya akan dilepas di pasaran dengan kisaran harga Rp 60 juta hingga Rp 80 juta. Menurut survei yang dilakukan di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, ada sekitar 67,10 persen warga tertarik dengan mobil tersebut.

Bakal dieskpor ke Malaysia

Selain untuk memenuhi kebutuhan angkutan perkebunan dalam negeri, mobil pedesaan tersebut kabarnya juga bakal di ekspor ke negara tetangga Malaysia. Hal ini disampaikan oleh Airlangga Hartanto selaku Menteri Perindustrian.



Meski tidak disebutkan jumlah unit yang telah dikirim, mobil yang diekspor tersebut masih pada tahap prototype. Rencananya, semua unit mobil pedesaan tersebut akan diproduksi secara masal pada pertengahan tahun 2018.

Gandeng pelaku IKM sebagai mitra strategis untuk produksi komponen

Upaya pemerintah untuk memajukan sektor industri tanah air, bakal terealisasi seiring dengan diluncurkannya produk mobil pedesaan. Keberadaan mobil ini, selain membantu industri perkebunan Indonesia, produk otomotif itu juga dapat meningkatkan perekonomian bagi para produsen komponen otomotif lokal.



Terhitung, tak kurang dari 400 IKM yang menjadi produsen komponen otomotif diseluruh pulau Jawa, bisa meningkatkan produksinya seiring hadirnya kendaraan niaga tersebut. Hal ini juga sekaligus merupakan sebuah wujud nyata, kemandirian anak negeri akan penguasaan teknologi di sektor otomotif.

Bakal dibuat hingga 34 purwarupa

Setelah resmi diluncurkan, mobil pedesaan ini akan dibuatkan prototype sebanyak 34 buah, menyesuaikan dengan kebutuhan masing-masing daerah di Indonesia. Menurut Direktur Industri Kecil dan Menengah, Gati Wibawaningsih, nantinya setiap provinsi di Indonesia, akan mendapatkan satu buah purwarupa kendaraan.



Untuk produksi massal, mobil pedesan tersebut rencananya akan dijejali dengan spesifikasi sesuai dengan kondisi medan yang ditempuh. Kabarnya, dapur pacu kendaraan tersebut akan diberi mesin yang berkapsitas 1.000 cc, dengan kecepatan sekitar 60 hingga 100 km/jam.

Selain Esemka, kehadiran mobil pedesaan yang akan segera meluncur ini, membuktikan bahwa Indonesia telah menapaki langkah pertama untuk menjadi bangsa yang mandiri di sektor otomotif kerakyatan. Dengan menjalani langkah konkrit selanjutnya, bukan hal yang mustahil jika nantinya produk otomotif buatan Indonesia, mampu bersaing dengan buatan asing. Semoga saja bisa ya!