4 Kelakuan Aneh Jomblo ‘Terlampau Ngenes’, Ada yang Sampai Bunuh Tetangga Sendiri

by
4 Kelakuan Aneh Jomblo ‘Terlampau Ngenes’, Ada yang Sampai Bunuh Tetangga Sendiri

Status belum menikah dan tidak punya pacar memang kadang menjadi dilemma tersendiri, harus rela dibully bahkan di diskriminasi karena seolah menjadi jomblo adalah kutukan. Bagi sebagian orang yang tak terlalu ambil pusing dengan omongan nyinyir tersebut, itu sih hal biasa dan tidak masalah, tapi bagaimana kalau jomblo menjadi pangkal masalah yang berujung tindak kriminal? TIPS KESEHARIAN

Ya, belakangan ini sedang marak pemberitaan para jomblo ‘ngenes’ yang melakukan hal aneh bin ajaib yang agaknya kurang bisa diterima oleh akal. Seperti apa saja hal yang mereka lakukan, berikut yang berhasil Boombastis rangkum. BERITA UNIK

Bunuh tetangga karena sakit hati sering ditanya ‘kapan kawin?’

Perihal pertanyaan ‘kapan nikah?’ serta ‘kapan kawin?’ seolah menjadi momok bagi para jomblo. Hal biasa sih bagi mereka yang masih bisa bersabar dan sudah menyiapkan segudang jawaban untuk pertanyaan itu, kalau tidak? Mungkin halnya akan sama seerti yang dialami oleh FN alias Nunur. Pria 28 tahun asal Garut ini tega membunuh Aisyah tetangganya yang tengah hamil 8 bulan karena kesal sering ditanya ‘kapan kawin?’. INFO SPECIAL



Kejadian tersebut berawal ketika Iis melintas di depan rumah Nunur (27/01/18) dan memberikan nasihat kepada pria tersebut. “segera kawin, yang lain kan sudah menikah semua, kok kamu tidak kawin-kawin”, kata singkat tersebut ternyata menyinggung perasaan Nunur. Siangnya, Nunur bertandang ke rumah Iis, Iis yang tak menaruh curiga mempersilahkan pria tersebut masuk. Sayangnya, malang tak dapat dicegah, Nunur mencekik leher Iis hingga wanita tersebut tewas tak bernyawa. Walau sempat melarikn diri ke Ibukota, Nunur kini harus mendekam di penjara dengan ancaman hukuman seumur hidup.

Geng motor ‘jomblo’ di Pontianak keroyok anggota kepolisian

Memang ada-ada saja hal yang dilakukan oleh jomblo untuk menyenangkan hatinya, seperti geng motor Pontianak yang menamai diri mereka Pablo (Para Jomblo) ini. Kerap melakukan aksi kriminal dan balap liar, geng motor kali ini korbannya bukan lagi warga setempat, melainkan anggota kepolisian Pontianak. Kejadian tersebut bermula ketika Mochammad Syaiful Ma’ruf, anggota polisi yang mencoba menghentikan aksi balapan liar yang sedang terjadi.



Merasa tidak terima, seorang pemuda bernama Zaki memukul polisi tersebut hingga memar di bagian wajah. Sang polisi dikeroyok dengan cara dipukul bersama sembilan orang teman sesama gengnya. Atas tindakan tersebut Zaki ditetapkan sebagai tersangka oleh Kasat Reskrim Polresta Pontianak dan diancam dengan hukuman 8 tahun penjara. Makanya mblo, kalau mau bertindak, fikirkan matang-matang dulu ya!

Kencingi tempat ibadah, pria ini mengaku karena kelamaan jomblo

Kisah yang pernah viral beberapa waktu lalu ini bikin kamu pengen ngakak sekaligus penasaran. Pasalnya seorang pemuda bernama Suharmin Lias tertangkap tangan menyiram air seni ke karpet Masjid Kubah Emas, Depok. Usut punya usut ternya perbuatan Suharmin ini bukan semata-mata karena ia membenci Islam, tapi karena terlalu lama sendiri alias jomblo. Suharmin mengaku bahwa dirinya tak hanya mengencingi masjid saja, tetapi juga Vihara di Ancol dan patung Yesus di daerah Kedoya.



Air kencing yang dibawa dalam botol tersebut merupakan bentuk protes Suharmin kepada Tuhan, mengapa dirinya tak kunjung mendapatkan pasangan dan masih jomblo di usia yang sudah lebih dari kepala tiga, 34 tahun. Selain itu, Suharmin mengaku kalau ia mendapat bisikan lewat mimpi untuk melakukan hal tersebut. Mau marah sih mblo, tapi alasannya bikin geli juga ya.

Depresi berujung maut karena terlalu lama ‘melajang’

Walaupun setiap orang sudah punya jodoh masing-masing, masih ada saja yang tak kunjung menemukan sang pujaan hingga akhirnya nekat akhiri hidupnya. Kisah ini terjadi pada seorang buruh harian lepas di Pekalongan Selatan bernama Ma’ruf (27). Ma’ruf ditemukan oleh kakak perempuannya, Ariswati dalam keadaan tak bernyawa pagi Jum’at (26/01/18).



Ariswati mengatakan bahwa saat dirinya akan ke dapur sekitar pukul 05.00 WIB pagi, ia sudah melihat adiknya gantung diri di atap palang dapur dengan tali berwarna coklat. Setelah diselidiki oleh kapolsek Pekalongan, Ma’ruf murni bunuh diri karena akibat depresi terlalu lama melajang. Buktinya, tidak ditemukan bekas penganiayaan pada tubuh korban. Boleh saja bersedih karena jomblo, tapi kalau sampai depresi berujung bunuh diri yahh keterlaluan juga sih.

Keempat kisah tersebut membuat geli tapi sekaligus juga menjadi perenungan, terlebih kepada yang merasa belum punya pacar atau pasangan. Masa-masa jomblo sebenarnya harus digunakan untuk terus memantaskan diri, berusaha tanpa mengeluh, bukan malah protes dan melakukan tindak kriminal seperti kisah di atas. Kalau sudah jomblo malah tertimpa masalah, apa tidak tambah susah hati?