4 Bukti Para Atlet Indonesia Tidak Hanya Jago di Lapangan Namun Juga Selalu Ingat Tuhan

by
4 Bukti Para Atlet Indonesia Tidak Hanya Jago di Lapangan Namun Juga Selalu Ingat Tuhan

Bisa dibilang tanpa doa, kadang usaha bisa jadi hal yang sia-sia. Hal seperti itu sepertinya dipegang oleh beberapa atlet yang ada di Indonesia. Alih-alih terhanyut dalam kesibukannya latihan atau bertanding, rupanya mereka masih ingat untuk selalu minta izin pada sang maha kuasa. INFO MENARIK

Ya,beberapa kali kelakuan religius para atlet Indonesia itu sempat terekam oleh kamera. Mulai sholat berjamaah lah, selebrasi lah hingga datang saat ada undangan teman yang beragama lain. Bahkan sampai-sampai beberapa media dunia sempat dibuat kagum atas aksi-aksi tersebut. Berikut bukti sikap religius para atlet Indonesia yang telah mendunia. TIPS KESEHARIAN

Tidak pernah lupa untuk berdoa dan beribadah

Meskipun memiliki kewajiban membela tim atau klubnya, namun bukan berarti kalau para pemain ini harus meninggalkan kewajibannya dalam menjalankan ibadah dan berdoa. Seperti yang dilakukan oleh para punggawa timnas beberapa waktu yang lalu di mana sebelum pertandingan berlangsung semua pemain dan staf yang beragama muslim saling berjama’ah.  BERITA UNIK



Ternyata setelah ditelusuri kegiatan seperti ini selalu rutin dilakukan oleh para anggota timnas mengingat kadang tidak ada waktu buat mereka untuk pergi ke musholah atau masjid, alhasil sholat berjama’ah pun harus dilakukan di tempat seadanya semisal ruang ganti pemain dan lain-lain.

Selalu bersahabat pada mereka yang beda agama

Siapa sangka kalau keharmonisan antar umat beragama dapat ditemui dalam kehidupan para pemain sepak bola. Buktinya meskipun masing-masing memang memiliki keyakinan yang berbeda, namun satu sama lain saling menghormati. Contohnya saat PSM Makassar melakukan buka bersama, para pemain non-muslim juga datang ke sana untuk ikut buka bersama.



Ya, semua itu dilakukan untuk juga menghormati para muslim yang sedang menjalankan ibadah puasa. Pun demikian yang terjadi di luar negeri, contohnya saat Xavi Hernandes diundang oleh salah satu anggota timnya yang beragama muslim untuk aqiqah. Kalau melihat kejadian itu, bisa dibilang kalau sepak bola memang menyatukan para pemain yang berbeda.

Selebrasi “Pancasila” wujud dari kebhinekaan

Wujud toleransi beragama ternyata tidak hanya terjadi pada kehidupan sehari-hari para pemain bola, namun juga di lapangan hijau. Seperti yang dilakukan oleh pemain Bali United, di mana mereka sama-sama menunjukkan selebresi dengan masing-masing agama yang dianutnya. Alhasil selebrasi  toleransi ini sempat membuat heboh netizen bahkan sampai diliput oleh beberapa media asing.



Ternyata selebrasi serupa juga sering ditemui di club-club lain di Indonesia bahkan timnas juga pernah melakukannya. Hal ini pastinya menjadi sebuah prestasi tersendiri bagi negara kita, apalagi mengingat semboyan Indonesia yang “Bihneka Tunggal Ika”, seolah selebrasi pemain itu telah membuktikannya.

Tetap menjalankan aturan agama meskipun sedang bertanding

Pada SEA Games Malaysia beberapa waktu yang lalu, salah satu atlet Indonesia sempat jadi sorotan netizen. Ya pasalnya salat satu pemain bulu tangkis kita Muhammad Ahsan menunjukkan sisi religius bahkan ketika bertanding di lapangan. Buktinya dirinya memakai seragam yang menutup aurat. Tidak hanya itu, bahkan dirinya juga memelihara jenggot serta minum dengan duduk seperti yang telah dicontohkan oleh Rasulullah.



Alhasil netizen Indonesia dibuat kagum akan sikap Muhammad Ahsan dalam menjaga syariat agamanya dimanapun berada.  Akhirnya dalam ajang kejuaraan terbesar di Asia tenggara itu, Muhammad Ahsan dan partnernya berhasil menyumbangkan satu medali perak untuk Indonesia.

Dari mereka kita belajar, para atlet yang mempunyai kesibukan dan tanggung jawab luar biasa saja masih menyempatkan diri mengingat Tuhan, masa kita nggak. Yang kembali lagi, tanpa izin dari Tuhan usaha kita mungkin juga akan berakhir sia-sia.