33 Lahan di Tunggulsari Dilalui Tol

by

BRANGSONG -Sebanyak 33 bidang lahan di Desa Tunggulsari, Kecamatan Brangsong, Kendal dilalui proyek tol Semarang – Batang. Ke-33 bidang itu terdiri atas 31 bidang milik warga berupa lahan sawah dan bangunan, satu jalan umum, dan satu saluran.

Sekretaris Pelaksana Pengadaan Tanah Tol Semarang- Batang, Nanang Suwasono mengatakan, di Desa Tunggulsari terdapat 33 bidang yang terdampak pembangunan tol Semarang-Batang.

Dia mengatakan, ganti rugi untuk fasilitas umum digantikan seperti fungsi semula. ’’Jika jalan tetap ganti rugi jalan, mungkin bisa dibuatkan jembatan layang, kalau saluran dibuatkan saluran,’’ katanya di sela-sela Musyawarah Bentuk Ganti Kerugian Pengadaan Tanah Jalan Tol Semarang- Batang yang digelar di Balai Desa Tunggulsari, Brangsong, Selasa (25/10).

Merupakan Musyawarah

Dia mengatakan, kegiatan itu merupakan musyawarah bentuk untuk menentukkan jenis ganti rugi yang diinginkan warga. Bentuk ganti rugi terdiri atas uang, tanah pengganti, permukiman kembali, atau saham bisa berupa saham tol. Hingga kemarin jenis ganti rugi yang diinginkan warga berupa uang, mungkin karena lebih mudah. ’’Tanah pengganti di luar uang berupa tanah bengkok atau tanah kas desa. Tanah kas desa yang harus dibebaskan sekitar 89 bidang. Sebanyak 12 tanah bengkok sudah mendapat ganti rugi dan sudah mendapat izin dari gubernur,’’kata dia.

Pihaknya menargetkan hingga akhir 2016 proses pengadaan lahan bisa selesai. Namun begitu, banyak kendala yang dihadapi. Meski demikian, pihaknya tetap optimistis terus berusaha membebaskan lahan. Semua juga tergantung dari peran serta warga, khususnya yang lahan mereka terdampak pembangunan jalan tol. Selain itu, pihaknya cukup kesulitan melakukan inventarisasi benda-benda yang mendapat ganti rugi. ’’Warga masih beranggapan jika musyawarah yang dilakukan berupa tawar menawar, sehingga mereka meminta transparansi dalam hal harga. Berdasarkan UU Nomor 22 Tahun 2012 junto Perpres Nomor 71 Tahun 2012 musyawarah adalah bentuk ganti kerugian,’’tuturnya.

Bunjari (50), salah seorang warga, mengaku tidak mempersoalkan ganti rugi yang diberikan tersebut. Lahannya miliknya yang terkena dampak tol seluas 1.543 meter persegi. Permeter mendapat ganti rugi sekitar Rp 262 ribu. Lahan yang dilalui berupa persawahan. ’’Saya setuju dengan ganti rugi itu. Saya sudah menandatangani surat pernyataan persetujuan,’’ jelas dia. (H36-72)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *