22 Komunitas Tosan Aji Pamerkan Keris Pusaka

by
PAMERAN KERIS: Ratusan keris dimaperkan di pendopo Tourist Information Center (TIC), Borobudur selama tiga hari mulai Kamis (20/10) hingga Sabtu (22/10).(kecirit.com/MH Habib Shaleh)

PAMERAN KERIS: Ratusan keris dimaperkan di pendopo Tourist Information Center (TIC), Borobudur selama tiga hari mulai Kamis (20/10) hingga Sabtu (22/10).(kecirit.com/MH Habib Shaleh)

BOROBUDUR, kecirit.com – Sebanyak 22 komunitas pecinta tosan aji dari Jawa Tengah dan DIY menggelar pameran benda-benda pusaka di pendopo Tourist Information Center (TIC), Borobudur. Benda pusaka yang dipamerkan meliputi keris, tombak, pedang, dan lainnya.

Peserta pameran berasal dari wilayah eks Karesidenan Kedu, Jawa Timur, Jogjakarta, Solo, Semarang, dan lainnya. Jumlah tosan aji yang dipamerkan ada sekitar 200 buah dengan usia yang beragam.

Kabid Kesenian dan Nilai Tradisi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Magelang Ahmad Husein mengatakan pameran digelar selama tiga hari mulai Kamis (20/10) hingga Sabtu (22/10). Selain pameran tosan aji, juga digelar sarasehan tosan aji.

Ketua komunitas Satuhu Memetri Budaya Tosan Aji Magelang (Satriyatama) Ahmad Sofyan mengatakan Indonesia memiliki corak keris yang berbeda dengan negara lain. Hal ini karena Indonesia memiliki budaya sendiri dan yang berbeda dengan budaya negara lain.

Menurut Ahmad Sofyan keris merupakan warisan budaya Indonesia yang telah diakui UNESCO. Namun demikian kondisi sebagai tosan aji semakin tersisih oleh perkembangan jaman. Diperlukan kesadaran bersama agar warisan yang memiliki filosofi tinggi itu tetap terjaga.

Untuk itu, Satriyatama secara rutin menggelar pemeran sekaligus sarasehan bekerjasama dengan dinas serta instansi terkait. Hal ini diharapkan bisa menggugah semangat generasi muda untuk mencintai dan melestarikan warisan nenek moyang bangsa.

“Orang cenderung melihat keris dari sisi tuahnya, tapi kami lebih melihat sebagai
budaya yang harus dilestarikan. Bagi kami sebuah keris memiliki seni tempa tinggi, filosofi tinggi, spiritual, historis, dan makna mendalam,” ujar Ahmad Sofyan.

Sementara itu, Kepala Disparbud Edy Susanto berharap pameran dan sarasehan ini akan bisa membuka wawasan masyarakat tentang tosan aji, terutama keris. Apalagi fungsi tosan
aji kini telah berkembang dari yang semula hanya sebagai senjata kini menjadi lebih luas.

Disebutkan keris memiliki nilai dan filosofi yang dapat dilihat dari pamor yang dibentuk oleh sang empu pembuatnya. Edy berharap kejayaan tosan aji pada masa lalu menjadi sumber inspirasi generasi muda meraih kejayaan bangsa pada masa mendatang.

“Kegiatan ini memberikan pemahaman perspektif historis bagi kita semua pada era globalisasi ini. Pusaka para leluhur kita pernah mencapai kejayaan. Semoga generasi muda bisa mengambil inspirasi untuk meraih kembali kejayaan bangsa di era global ini. Dengan demikian kita memiliki kebanggaan terhadap Tanah Air,” katanya.
(MH Habib Shaleh/CN41/RED_KECIRIT NEWS UPDATE)