2011-2016, Pemkab Sukoharjo Salurkan Dana Santunan Rp 57 M

by
Foto: Istimewa

Foto: Istimewa

SUKOHARJO, kecirit.com – Sepanjang tahun 2011 hingga Oktober 2016 ini, Pemkab Sukoharjo telah menyalurkan dana santunan kematian bagi warga miskin senilai Rp 57,8 miliar.

Kepala Dinas Sosial Sukoharjo (Dinsos) Guntur Subiyantoro menjelaskan, dana yang tersalurkan tersebut berasal dari APBD Kabupaten. Dana yang paling tinggi tersalur ada di tahun 2015. Dimana pada tahun tersebut, dana yang tersalurkan senilai Rp 18.9 miliar.

“Setiap warga miskin yang meninggal mendapatkan santunan Rp 3 juta. Hal itu sesuai dengan Peraturan Bupati (Perbup),” jelas Guntur.

Dinsos sendiri kapasitasnya adalah memverifikasi berkas setiap gakin yang meninggal. Jika memenuhi persyaratan, maka mereka akan dimasukkan dalam data penerima. Selanjutnya, pencairan ditangani oleh Bank Jateng cabang Sukoharjo.

Khusus pencairan terakhir, terdapat 1.245 warga atau ahli waris yang menerima. Dana yang dianggarkan senilai Rp 3,7 miliar. Para penerima tersebut berasal dari 12 kecamatan yang ada.

Berdasarkan data yang ada, jumlah warga miskin yang meninggal tertinggi ada di Kecamatan Weru (152). Disusul kemudian Kecamatan Polokarto (134) dan Tawangsari (110). Sedangkan jumlah gakin yang paling sedikit adalah di Kecamatan Bendosari (68).

Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya mengatakan, pemberian santunan kematian itu merupakan bentuk komitmen untuk menyejahterakan rakyat. Karena itu pihaknya meminta agar uang itu tidak digunakan foya-foya tetapi dikembangkan untuk usaha.

“Yang diberi bantuan ini merupakan ahli waris Gakin yang meninggal. Harapannya, uang tersebut bisa digunakan untuk usaha dan mudah-mudahan bisa berkembang,” ujar bupati.
(Heru Susilo/CN41/RED_KECIRIT NEWS UPDATE)