2.193 Hektare Lahan Perhutani Terbakar

by
TERBAKAR: Asap mengepul akibat dari kebakaran hutan di ketinggian Gunung Sindoro di wilayah Ngadirejo Temanggung, pada tahun 2012 lalu. (kecirit.com/Raditia Yoni Ariya)

TERBAKAR: Asap mengepul akibat dari kebakaran hutan di ketinggian Gunung Sindoro di wilayah Ngadirejo Temanggung, pada tahun 2012 lalu. (kecirit.com/Raditia Yoni Ariya)

TEMANGGUNG, kecirit.com – Administratur Perhutani KPH Kedu Utara, Iwan Setiawan megatakan, 2.193 hektare lahan perhutani meliputi wilayah Gunung Sindoro, Sumbing, Prahu, Andong, Ungaran terbakar selama musim kemarau tahun 2015. Jumlah itu merupakan yang tertinggi dalam kurun waktu 10 tahun terakhir. Sebelumnya ditahun 2012 luas lahan terbakar 1.250 hektare, tahun 2013 ada 40 hektare, tahun 2014 seluas 20 hektare.

“Ada ratusan kasus kebarakan di wilayah Perhutani Kedu Utara dengan total luasan terbaar 2.193 hektare. Itu tertinggi selama kurun waktu 10 tahun terakhir, meliputi kebakaran di hutan Gunung Sindoro, Sumbing, Prahu, Andong, dan Ungaran. Untuk tahun ini kami bersyukur sampai sekarang masih ada hujan, kami berharap keadaan bisa lebih baik tidak seperti tahun kemarin,” ujarnya, Jumat (21/10).

Melihat kenyataan yang demikian, pihak Perhutani pun kemudian melakukan berbagai upaya, salahsatunya secara humanis melakukan pendekatan kepada masyarakat. Melalui cara itu bisa meningkatkan kesadaran warga terutama yang tinggal di dekat lokasi hutan gunung untuk sadar bisa menjaga keberadaan hutan secara bersama-sama.

“Kita membuka gunung-gunung itu untuk wisata alam kerjasama dengan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH), dengan sistem baginya LMDH 75 persen kita 25 persen. Dengan adanya kerjasama ini, saya melihat dan merasakan bahwa rasa memiliki dari masyarakat itu lebih besar, sehigga mereka tetap berusaha apa yang menghasilkan dijaga agar tidak rusak,” katanya.

Melalui kerjasama itu dirasa saling menguntungkan, di mana bagi warga sendiri bisa meningkatkan kesejahteraan dengan adanya pemasukan secara ekonomi. Perhutani menyatakan sangat terbuka kepada semua masyarakat untuk mengajak bekerjasama asal sesuai dengan undang-undang dan aturan dalam sebuah kerangka perjanjian kerja.

Kendati demikian, diakuinya merubah pola atau kultur itu tidak semudah membalik telapak tangan. Diperlukan waktu dan pendekatan serta diskusi secara sistematis. Penyebab kebakaran hutan selama ini bisa dari berbagai faktor, seperti kesengajaan membakar atau dari pendaki lupa mematikan perapian dan dari putung rokok.

Di Temanggung salah satu objek wisata alam baru yang merupakan kerjasama Perhutani dengan warga adalah Wisata Alam Sedadap di ketinggian 1.800 mpdl, masuk wilayah Desa Kwadungan Gunung, Kecamatan Kledung. Sedadap berada di Gunung Sindoro, atau masuk lahan milik Perhutani KPH Kedu Utara petak 14h2, BKPH Temanggung, RPH Kwadungan.

Selain wisata, kawasan hutan lindung yang sesuai aturan tidak boleh ditanami tanaman yang pengolahan tanahnya intensif kemudian dicarikan alternatif, yakni dengan tanaman menghasilkan namun bukan tanaman semusim. Antara lain, terong Belanda (tanaman sejenis perdu) dengan kelebihan bisa hidup lebih dari 25 tahun tanpa pengolahan berat dan buahnya bisa dijadikan sirup, manisan. (Raditia Yoni Ariya/CN38/SM Network)