18 Tahun Reformasi Lahirkan Kesenjangan Demokrasi

0
38
Ketua MPR RI Zulkifli Hasan (tiga dari kiri) dan Menkopolhukam Wiranto (kanan) saat haadir acara Forum Koordinasi dan Sinkronisasi Kewaspadaan Nasional di Hotel Radian, Cirebon, Jawa Barat, Kamis (29/9). (Istimewa)

Ketua MPR RI Zulkifli Hasan (tiga dari kiri) dan Menkopolhukam Wiranto (kanan) saat haadir acara Forum Koordinasi dan Sinkronisasi Kewaspadaan Nasional di Hotel Radian, Cirebon, Jawa Barat, Kamis (29/9). (Istimewa)

CIREBON, kecirit.com – Terorisme menjadi ancaman serius bagi seluruh dunia, tak terkecuali Indonesia. Bangsa ini pun terus menyatakan perang terhadap berbagai bentuk radikalisme dan terorisme.

Ketua MPR RI Zulkifli Hasan menilai radikalisme, terorisme dan inteloran muncul karena bangsa Indonesia mengabaikan benteng pertahanan dan nilai-nilai luhur ke-Indonesia-an kita, seperti Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.

Hal ini diungkapkan melalui pernyataan tertulisnya, saat Zulkifli dalam acara Forum Koordinasi dan Sinkronisasi Kewaspadaan Nasional di Hotel Radian, Cirebon, Jawa Barat, Kamis (29/9).

Acara tersebut juga dihadiri oleh Menkopolhukam Wiranto, perwakilan dari Polri, Bupati Cirebon dan berbagai elemen masyarakat.

“Untuk itu saya mengajak agar nilai-nilai ke-Indonesia-an yang luhur dijadikan budaya kehidupan dan perilaku kita sehari-hari,” katanya.

Saat ini, pasca 18 tahun reformasi, ternyata demokrasi melahirkan kesenjangan yang tinggi. Itulah salah satu lahan subur lahirnya radikalisme, terorisme dan lain-lain.

“Mereka yang tidak mendapatkan keadilan baik dalam konteks sosial maupun ekonomi bisa melakukan tindakan-tindakan ekstrem atau yang lazim disebut terorisme,” kata Zulkifli.

“Kalau kita masih seperti ini, sedikit demi sedikit fondasi bangsa akan rapuh,” ujar Zulkifli.
(Mahendra Bungalan/CN41/RED_KECIRIT NEWS UPDATE)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here