11 Alasan yang Sering Keliru Saat Memutuskan Menikah

by
11 Alasan yang Sering Keliru Saat Memutuskan Menikah

Siapapun ingin menikah. Menemukan seseorang untuk berbagi dan saling mencintai bak kisah di negeri dongeng. Suatu pernikahan sudah seharusnya dilakukan atas dasar cinta. Mencintai dan menerima pasangan dengan segala kekurangannya. Apabila kamu dan pasangan sudah saling mencintai, sudah saling memahami dan dapat saling menerima, ingin saling membahagiakan, memiliki tujuan hidup yang sejalan, dan ingin menua bersama, maka menikahlah.  BERITA UNIK

Tapi, menikah adalah sebuah keputusan besar dan serius yang dilakukan dua orang dalam hidupnya. Banyak orang melakukan kesalahan ketika memilih pasangan, kemudian harus berakhir dengan perceraian. Perceraian disebabkan oleh berbagai hal, mulai dari sudah tidak sepaham hingga kekerasan dalam rumah tangga. Namun yang jelas, tingkat perceraian tiap tahunnya meningkat. Oleh sebab itu, jangan sampai memiliki alasan yang salah seperti berikut ini.  INFO SPECIAL

1. Mendapatkan kebahagiaan. TIPS KESEHARIAN



Siapapun ingin hidup bahagia. Ingin memiliki hubungan yang bahagia baik dengan keluarga, teman, dan tentunya dengan pasangan. Banyak yang menjadikan kebahagiaan sebagai alasan untuk menikah dengan seseorang. Namun tentunya dalam setiap hubungan apalagi pernikahan, tak hanya kebahagiaan yang hadir, tetapi juga kedukaan dalam berbagai bentuk.

Menyatukan dua pikiran yang berbeda tentunya tidaklah mudah, apalagi ketika dilanda masalah. Pernikahan akan menantang setiap pasangan apakah mampu untuk tetap berbahagia dan tetap saling mencintai walaupun dalam masalah atau duka.

2. Belajar bertanggung jawab

http://danaqq.net/?ref=Ciaciaa



Belajar bertanggung jawab kadang dijadikan alasan agar segera menikah. Hidup orang lain tentunya bukan untuk dijadikan bahan percobaan atau sebagai bahan pembelajaran. Apabila kamu belum dapat bertanggung jawab akan diri sendiri, apalagi untuk bertanggung jawab atas dua orang atau lebih. Membenahi diri sendiri sebelum menikah perlu dilakukan agar nantinya tidak merugikan pasangan, atau bahkan menelantarkan anak.

3. Menghindari pergaulan bebas



Kadang alasan ini digunakan agar tidak perlu melalui proses pacaran dan langsung menikah. Bagi beberapa orang, proses pacaran adalah sesuatu yang berbahaya. Padahal pacaran itu adalah proses pengenalan pasangan sebelum melangkah pada jenjang pernikahan. Bagaimana dapat saling menerima baik buruk saat pernikahan kelak, kalau tidak mengenal watak satu sama lain. Pergaulan bebas adalah suatu pilihan.

Tak perlu menikah untuk tidak menjalani pergaulan bebas. Yang perlu adalah memegang teguh prinsip untuk menjaga dan menjauhkan diri dari pergaulan bebas. Bisa dengan lebih selektif dalam memilih lingkungan pergaulan dan atau berani mengatakan tidak pada ajakan yang dapat membawa kepada pergaulan bebas. Jangan mengkambinghitamkan apapun atas ketidakmampuan diri sendiri dalam menahan hawa nafsu.

4. Tidak ingin kesepian



Siapapun tidak ingin kesepian. Kesepian dapat menyebabkan depresi, kurang olah raga, dan kebiasaan makan yang buruk. Efek yang sama besarnya dengan obesitas dan merokok. Suami atau istri bukan sosok untuk menghilangkan kesepian. Suami atau istri adalah pelengkap dari hidup.

Untuk mengatasi kesepian kamu bisa mengikuti banyak kegiatan sosial yang dapat mempertemukanmu dengan banyak orang baru, mengambil les bahasa asing, atau kegiatan-kegiatan lain yang tak hanya dapat mengobati rasa kesepian, tapi juga menumbuhkan sisi positif dari diri sendiri. Seorang pria maupun wanita tentunya tidak mencari pasangan yang depresi karena kesepian, tapi mencari pasangan yang positif dan tahu harus mencintai dirinya.

5. Sudah tidak ada lagi yang ingin dicapai

http://danaqq.net/?ref=Ciaciaa



“Udah gak tau lagi mau ngapain”, pernyataan ini disampaikan beberapa orang sebagai jawaban atas pertanyaan kenapa ingin segera menikah.

Kamu harus ingat, menikah bukan perlombaan, bukan kompetisi, pernikahan adalah langkah sakral yang diambil dua orang yang siap untuk saling melengkapi dalam berbagai hal. Ketika sudah menikah, bukan berarti perjalanan berakhir. Justru banyak hal baru yang harus dipelajari dan dicapai. Goals baru pun bermunculan.

Selagi mencari orang yang tepat untuk dijadikan pendamping, akan lebih baik apabila sambil mencapai dan mempelajari hal-hal baru dan menarik. Apabila mengharapkan pendamping dengan standar tinggi, kamu pun harus punya nilai yang tinggi agar dapat setara dengannya.

6. Berpikir bahwa dia sosok yang tepat untuk dijadikan pasangan



Setiap orang pasti memiliki standarisasi seperti apa pasangan yang diinginkannya. Baik secara fisik maupun sikap. Standar yang kamu tentukan tak dapat menjamin bahwa seseorang akan memperlakukan kamu dengan baik atau akan mencintaimu dengan tulus. Beberapa orang terjebak dalam standar fisik yang sangat sesuai dengan keinginannya. Beberapa pula terjebak mulut manis pasangannya.

Cara paling baik adalah dengan mengenal secara mendalam segala kelebihan maupun kekurangan pasanganmu sebelum menikah. Jangan sampai terjebak pada sampul saja tanpa memperdulikan isi bukunya.

7. Iri melihat orang lain

http://danaqq.net/?ref=Ciaciaa



Jangan tertawa. Banyak yang memutuskan untuk segera menikah, bahkan dengan orang yang tidak dikenalnya karena iri melihat teman atau saudara yang lain sudah menikah. Sebelum mengikat diri dengan orang lain dalam sebuah komitmen yang sakral, akan lebih baik apabila berdamai lebih dulu dengan diri sendiri.

Sikap iri dalam hal apapun tentunya jarang yang berakhir dengan sesuatu yang baik. Perlu diingat, ketika sembarangan dalam memutuskan untuk menikah, bukan hanya dapat menyakiti diri sendiri, tapi juga pasangan kita. Kalau kita sendiri tidak ingin disakiti, maka jangan sampai melakukan sesuatu yang dapat menyakiti orang lain.

8. Pasangan sudah mapan



Banyak kejadian yang dapat kita jumpai dalam pergaulan maupun di berbagai media sosial, di mana seseorang pria ditinggal pacarnya dan menikah dengan orang lain karena sang pria dianggap belum mapan. Tak salah apabila berharap memiliki pasangan yang sudah mapan, tapi jangan sampai orientasinya hanya seputar uang. Uang tidak akan pernah dapat membeli cinta dan hubungan yang diawali dengan uang bisa berakhir karena uang pula.

Untuk para perempuan, kamu tidak akan muda selamanya, cantik selamanya tanpa keriput. Cowok yang mampu memikatmu dengan uang, akan mampu pula untuk memikat perempuan lain dengan uang. Carilah cowok pekerja keras bukan yang sekedar banyak uang.

9. Tekanan keluarga dan lingkungan sekitar



Pertanyaan orang tua tentang pernikahan tentunya bukan hal yang aneh lagi. Bahkan ada yang sampai jarang pulang ke rumahnya karena terus menerus diberondong pertanyaan tentang pernikahan, padahal sang anak sedang jomblo. Tak sedikit yang berakhir dengan kesedihan terus menerus karena belum menikah atau memiliki pasangan. Orangtua perlu diberikan pengertian bahwa menemukan pasangan zaman sekarang berbeda dengan zaman mereka dulu

 Tantangan dan pertimbangan yang perlu dipikirkan lebih pelik. Jangan sampai hanya karena ingin membahagiakan orang tua, lalu salah memilih pasangan dan tidak mendapatkan pernikahan yang harmonis. Karena pada akhirnya yang akan menjalani pernikahan tersebut adalah sang anak, bukan orang tuanya.

10. Ingin punya anak



Memiliki anak bagaikan kontrak kerja seumur hidup. Tidak dapat berhenti ketika bosan, tidak dapat mundur ketika tidak mampu lagi menyelesaikan masalah, tidak dapat memulai lagi dari awal ketika bangkrut. Anak adalah aset paling berharga yang menentukan kelangsungan hidup masyarakat dunia. Akan menjadi pemimpin besar, orang yang berpengaruh bagi orang banyak, atau jadi seorang kriminal, semuanya ditentukan dari bagaimana orangtuanya memberikan didikan dan kasih sayang.

Kalau hanya berpikir bahwa dengan menikah akan memiliki anak yang lucu untuk difoto di berbagai sosial media atau berpikir banyak anak banyak rejeki, maka lebih baik jangan pernah memiliki anak. Anak bukan mainan yang dapat diterlantarkan atau dibiarkan begitu saja ketika sudah bosan. Jangan membuat anak-anak tersakiti karena kebodohan orang tuanya.

11. Umur yang dirasa sudah pas

http://danaqq.net/?ref=Ciaciaa



Ini adalah alasan yang paling populer dari semua alasan kenapa ingin segera menikah. Usia dijadikan patokan umum seseorang harus menikah bukan karena sudah siap atau sudah menemukan cintanya. Untuk perempuan berusia 27 tahun ke atas dan masih lajang, cap ‘tidak laku’, ‘perawan tua’, atau sindiran lainnya bukan hal yang baru.

Umur tidak pernah dapat menentukan seseorang siap atau tidak untuk menikah. Umur bukan hal yang harus dipikirkan, yang harus dipikirkan adalah dengan siapa kita akan menghabiskan hidup nantinya, apakah orang ini tepat untuk dijadikan partner untuk menua bersama.

Memikirkan pernikahan boleh-boleh saja, hal itu pun bukan sesuatu yang salah untuk dilakukan. Namun, pastikan dulu apakah dirimu memang sudah benar-benar siap menjalani bahtera rumah tangga karena pernikahan bukanlah permainan. Jangan sampai 11 anggapan di atas menjebakmu. Percayalah jodohmu sudah dipersiapkan oleh Tuhan, jadi waktu untuk menikah pun akan tiba di saat yang paling tepat.

loading...