1.873 Pelajar Rembang Pecahkan Rekor MURI Gambarkan Cita-cita

0
26
PECAHKAN REKOR: 1.873 siswa Kabupaten Rembang berhasil memecahkan dua rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) dalam penulisan rancangan cita-cita di gedung Balai Kartini.(kecirit.com/Ilyas al-Musthofa)

PECAHKAN REKOR: 1.873 siswa Kabupaten Rembang berhasil memecahkan dua rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) dalam penulisan rancangan cita-cita di gedung Balai Kartini.(kecirit.com/Ilyas al-Musthofa)

REMBANG, kecirit.com – Sebanyak 1.873 pelajar di Kabupaten Rembang, Kamis (27/10) mengikuti penulisan dan rancangan cita-cita atau my dream board di Balai Kartini. Kegiatan tersebut berhasil mencatatkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) kategori penyelenggara penulisan dan rancangan tahapan cita-cita pelajar terbanyak.

MURI menganugerahkan capaian rekor kepada Ketua Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Cabang Rembang, Hasiroh Hafidz sebagai pemrakarsa dan Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan dan Keluarga Berencana Kabupaten Rembang (BPMPKB) Rembang, Dwi Wahyuni Hariyati sebagai penyelenggara sebagai penyelenggara.

Hasiroh mengatakan, kegiatan penulisan dan rancangan cita-cita ini bertujuan untuk mengurangi masalah generasi muda (genre) yang sangat tinggi. Menurutnya Genre harus dipersiapkan menjadi generasi yang sehat secara jasmani, rohani, mental, dan spiritual.

Sebab, masa remaja merupakan kehidupan yang sangat menentukan bagi masa depan. “Ini juga untuk memberikan motivasi kepada anak-anak mengenai cita-cita. Hal tersebut bisa dijadikan sebagai alat komunikasi dengan orang tua mengenai harapan dan keinginannya ke depan. Jika orang tua tidak mengetahui cita-cita anaknya malah bisa menjadi masalah,” jelas Hasiroh.

Dalam kegiatan itu, berbagai harapan dan cita-cita digambarkan oleh ribuan peserta. Seperti Dwi Wahyuni Hariyati, seorang siswa SMKN 2 Rembang yang menggambar seorang Polwan dan pelajar memakai seragam SMKN 2 Rembang.

Ia mengaku memiliki cita-cita bisa bekerja di Jepang dan setelah sukses kembali ke Indonesia untuk mendaftar Polwan.

“Lulus SMK saya ingin bekerja di Jepang di perusahaan pengolahan ikan. Setelah sukses dan mendapat sertfikat pulang ke Indonesia mendaftar Polwan dan mendirikan perusahaan makanan,” tandasnya.
(Ilyas al-Musthofa/CN41/RED_KECIRIT NEWS UPDATE)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here