1.000 Orang Terpapar Gas Beracun

by

MOSUL– Hampir 1.000 warga Mosul, Irak, dilaporkan menderita gangguan pernapasan gara-gara terpapar gas beracun yang bersumber dari pabrik sulfur yang diledakkan kelompok militan Islamic State (IS).

Sumber dari rumah sakit di Qayyara, kota sebelah selatan Mosul, menyebutkan sejauh ini belum ada korban tewas terkait gas sulfur tersebut. Mereka menyatakan, pasien mulai berdatangan sejak Jumat pagi. IS meledakkan sebuah pabrik sulfur di dekat Mosul, Irak, pada awal pekan ini.

Jenderal Qusay Hamid Kadhem, kemarin (22/10) menyatakan akibat serangan ini setidaknya dua warga sipil tewas. ‘’IS meledakkan pabrik sulfur di Mosul dua hari yang lalu dan menyebabkan dua orang warga dari perkampungan di sekitar pabrik tewas,’’kata Qusay. Gas beracun ini memaksa tentara AS di pangkalan udara Qayyara Barat di dekat Mosul harus mengenakan masker pelindung.

Pangkalan udara Qayyara Barat merupakan pusat kegiatan untuk mendukung operasi tentara AS untuk merebut kembali Kota Mosul dari IS. Terdapat sekitar 5.000 tentara AS di Irak. Militer AS belum mengungkapkan berapa jumlah personel di pangkalan udara Qayyara Barat.

’’Angin mengarah ke selatan sehingga sebagai langkah pencegahan, pasukan di Qayyara Barat mengenakan alat pelindung diri sembari tetap melanjutkan operasi mereka,’’ kata seorang pejabat. Belum jelas apakah pemakaian alat pelindung itu atas instruksi pimpinan atau pilihan mereka sendiri. Namun yang menjadi perhatian adalah menghindari gangguan pernapasan akibat menghirup asap beracun tersebut.

Menurut pejabat itu, sampel udara dari Qayyara Barat telah dikirim ke Badan Pengurangan Ancaman Pertahanan AS untuk dianalisis. Pasukan Irak, kemarin, berhasil merebut Kota Qaraqos, sebuah kota Kristen yang diduduki IS sejak 2014. Gerak maju pasukan Irak terjadi setelah Menteri Pertahanan AS Ash Carter bertemu dengan Perdana Menteri Haider al-Abadi di Bagdad.

Pertemuan itu untuk mengevaluasi operasi besar ke Mosul yang digelar sejak Senin pekan ini di bawah dukungan pasukan udara dan darat koalisi pimpinan AS. Unit-unit pasukan Irak telah memasuki Kota Qaraqosh yang berjarak 20 km dari tenggara Mosul, kemarin.

Kota ini telah dikosongkan penduduknya sejak 2014 ketika IS menyerbu masuk. Pasukan khusus Irak sebelumnya juga berhasil menduduki Bartella, sebuah desa Kristen di luar Kota Qaraqosh. Ofensif ke Mosul akan menjadi pertempuran terbesar di Irak sejak invasi pimpinan AS pada 2003. IS juga menduduki beberapa bagian wilayah Suriah.

Pasukan Irak juga berusaha merangsek dari arah selatan dan timur, sedangkan pasukan Kurdi Peshmerga maju dari front timur dan utara. Kantor media pasukan Irak menyebutkan sudah 50 desa telah dirampas kembali dari IS sejak Senin pekan ini. (rtr,afpmn- 66)

loading...